Suara.com - Demonstrasi massa yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Jakarta di depan gedung DPRD DKI Jakarta, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (10/11/2014) sekitar jam 11.00 WIB, mengganggu arus lalu lintas.
Konsentrasi massa di depan gedung DPRD sampai menutup badan Jalan Kebon Sirih. Praktis, semua kendaraan, baik roda dua maupun roda empat, dari arah Jalan MH Thamrin menuju ke Tugu Tani tidak bisa melintas.
Kendaraan yang akan mengarah ke Jalan Kebon Sirih menuju Tugu Tani, dialihkan lewat Jalan Sudirman atau Jalan Sabang.
Gerakan Masyarakat Jakarta terdiri dari berbagai ormas Betawi dan ormas Islam, di antaranya Front Pembela Islam. Mereka menuntut agar Pelaksana Tugas Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama turun dari jabatannya. Mereka menilai gaya kepemimpinan Ahok tidak sesuai dengan apa yang mereka harapkan.
Di lokasi demonstrasi, ratusan anggota polisi siaga penuh. Mereka siaga dalam area gedung DPRD untuk mengantisipasi aksi anarkis seperti yang pernah terjadi beberapa pekan lalu.
Gaya memimpin Ahok selama ini memang dikenal tegas dan galak. Ia menentang keras tindakan-tindakan yang melanggar hukum. Ahok juga akan bersikap tegas dengan memecat anak buahnya yang terbukti melanggar aturan main. Terkadang, pernyataan yang dilontarkan Ahok juga membuat telinga lawan politiknya merah.
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi