- Polres Bogor menangkap pegawai pemerintah berinisial AW atas dugaan penyalahgunaan narkotika jenis sabu di Kecamatan Klapanunggal.
- Tersangka AW mengakui telah mengonsumsi narkotika sejak tahun 2024 dan kini sedang menjalani proses rehabilitasi medis.
- Bupati Bogor mendesak penegakan hukum tegas terhadap AW untuk menjaga integritas serta kebersihan lingkungan kerja aparatur pemerintah.
Suara.com - Polres Bogor menangkap seorang pegawai pemerintah kecamatan berinisial AW atas dugaan penyalahgunaan narkotika jenis sabu.
AW, yang berstatus sebagai pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) paruh waktu di Kantor Kecamatan Klapanunggal, mengaku telah mengonsumsi sabu sejak dua tahun terakhir.
Kapolres Bogor, AKBP Wikha Ardilestanto, menjelaskan bahwa pengungkapan ini merupakan hasil kerja keras jajaran Satuan Reserse Narkoba dalam menyisir peredaran gelap narkotika di wilayah Kabupaten Bogor.
“Beberapa hari yang lalu Satuan Narkoba Polres Bogor berhasil mengungkap kasus penyalahgunaan narkotika yang dilakukan oleh PPPK paruh waktu berinisial AW dan berdinas di kantor Kecamatan Klapanunggal,” ujar Wikha dalam konferensi pers di Mapolres Bogor, Rabu (13/5/2026).
Dalam proses pemeriksaan intensif, tersangka mengakui bahwa dirinya sudah lama terjerat dalam lingkaran ketergantungan narkoba. Berdasarkan pengakuannya, aktivitas konsumsi sabu tersebut sudah dimulai sejak tahun 2024.
“Dari penggeledahan terhadap tersangka AW terdapat pengakuan bahwa yang bersangkutan sudah mengonsumsi sabu sejak 2024,” ungkap Wikha.
Pasca-penangkapan, pihak kepolisian segera berkoordinasi dengan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Bogor guna menentukan langkah hukum selanjutnya.
Berdasarkan hasil asesmen, AW kini tengah menjalani proses rehabilitasi medis dan sosial.
“Kami juga sudah berkoordinasi dengan BNN Kabupaten Bogor, hasil asesmen bahwa AW merupakan pelaku atau korban penyalahgunaan narkoba sehingga saat ini sedang melakukan proses rehabilitasi,” tambah Kapolres.
Baca Juga: Polda Jambi Bongkar Peredaran Narkoba Jumbo, 20 Kg Sabu dan Ribuan Ekstasi Disita
Insiden ini memicu reaksi keras dari pimpinan daerah.
Bupati Bogor, Rudy Susmanto, dilaporkan langsung menghubungi pihak kepolisian untuk mendesak penanganan kasus ini dilakukan secara tegas tanpa tebang pilih guna menjaga muruah korps ASN di Kabupaten Bogor.
“Pak Bupati juga langsung telepon saya untuk ditindak betul sehingga menjadi contoh keras untuk ASN yang lain,” kata Wikha.
Bupati Rudy Susmanto juga memberikan penegasan bahwa pemerintah daerah berkomitmen penuh untuk memberantas narkoba di lingkungan birokrasi.
Ia menjanjikan sanksi berat bagi aparatur yang terbukti melanggar aturan hukum terkait narkotika.
“Kami ingin menghadirkan pemerintah yang bersih, bebas dari narkotika dan obat-obatan terlarang,” pungkas Rudy. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
Gubernur Jakarta Siapkan Jalur Bawah Tanah di Bundaran HI Buat Penjalan Kaki
-
Janji Pramono Anung di HUT ke-499 Jakarta: Banjir Masih Ada, Tapi Tidak Akan Separah Dulu
-
Pramono Ungkap Biang Kerok Kemacetan Jakarta, 8 Juta Orang Keluar-Masuk Setiap Hari
-
Unik! Demi Nonton Mahalini, Warga 'Nangkring' di Atas Mobil Damkar saat Perayaaan HUT Jakarta
-
Bocah Terpisah dari Ortu hingga Istri Kehilangan Suami Warnai Malam Puncak HUT DKI Jakarta
-
5 Peserta Latsarmil KDMP Tewas, Koalisi Sipil: Stop Militerisasi Ruang Sipil!
-
Kepercayaan Rakyat ke Polri Meroket, Rudianto Lallo: Modal Besar Tingkatkan Pelayanan
-
Kepercayaan Publik ke Polri Tembus 82,4 Persen, Sari Yuliati: Hasil Kerja Nyata dan Konsistensi
-
Pilih Uya Kuya Pimpin PAN Jakarta, Zulhas: Artis Itu Kreatif dan Kerjanya Produktif
-
HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno