Suara.com - Ketua Umum Pengurus Nasional Karang Taruna (PNKT) G Budisatrio Djiwandono meninjau secara langsung proses pembelajaran di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 13 Bekasi, Jawa Barat, Rabu (13/5/2026).
Budisatrio memberikan motivasi kepada para siswa dan mengapresiasi peran Kemensos sebagai penggerak utama program prioritas Presiden Prabowo Subianto tersebut.
Pernyataan tersebut disampaikan langsung kepada Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) yang juga hadir saat peninjauan.
"Kami hormat dan apresiasi Pak Mensos sebagai penggerak program ini, penggerak utama program ini, bisa menghadirkan (Sekolah Rakyat) dalam waktu yang sangat singkat," kata Budi.
Mensos Gus Ipul dan Ketum PNKT Budisatrio hadir di lokasi sekitar pukul 10.20 WIB, kedatangannya disambut oleh penampilan yel-yel para siswa.
Selanjutnya, rombongan menuju ruang kelas untuk meninjau proses pembelajaran seperti kelas bahasa Inggris dan Matematika. Di sana Gus Ipul dan Budisatrio berdialog dengan para siswa.
"Siapa yang ingin mengangkat tangan menyampaikan sesuatu?" tanya Gus Ipul kepada para siswa.
Beberapa siswa tampak mengangkat tangan, di antaranya ada Saidah, Sabda, dan Saiful, yang berkesempatan menyampaikan kesan dan pesan selama menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat.
"Selama 10 bulan saya di Sekolah Rakyat Menengah Atas 13 Bekasi ini, banyak pelajaran yang saya dapatkan," ujar Saidah saat menyampaikan pesan kepada Budisatrio.
Baca Juga: Wamensos Dorong Bandar Lampung Bentuk Kampung Siaga Bencana dan Perkuat DTSEN
Selepas meninjau kelas, Gus Ipul dan Budisatrio meninjau perpustakaan, laboratorium fisika, biologi, dan kimia. Pada momen ini, Budisatrio juga sempat melihat penampilan baris variasi siswa di lapangan. Dia terlihat menyemangati para siswa lalu foto bersama.
Budisatrio menyampaikan program Sekolah Rakyat merupakan pelaksanaan visi-misi Presiden Prabowo Subianto, untuk investasi bagi masa depan Indonesia.
"Kita melihat anak-anak Indonesia, dimana mereka diberi kesempatan, mereka bisa dan sudah banyak, diantara tadi 180 siswa Sekolah Rakyat ini, yang dalam waktu sangat singkat meraih prestasi begitu banyak," ujar Budi.
Sementara itu, Gus Ipul menjelaskan setelah hampir 2 semester berjalan, banyak perkembangan dan perubahan yang baik pada siswa Sekolah Rakyat. Untuk mencapai perubahan ini, Kepala Sekolah, guru, dan tenaga kependidikan tentu melalui berbagai tantangan.
"Lebih-lebih pada awal-awal pembelajaran dimulai, tantangannya luar biasa waktu itu disamping berbeda-beda latar belakang, yang kedua juga berbeda-beda kapasitas, itulah tantangan Kepala Sekolah dan guru," kata Gus Ipul.
Gus Ipul berterimakasih kepada Kepala Sekolah, guru, dan tenaga kependidikan yang bekerja penuh dedikasi untuk mengatasi tantangan-tantangan dalam mendidik siswa Sekolah Rakyat.
Berita Terkait
-
Gus Ipul Sebut Penyalahgunaan Bansos untuk Judol Turun Drastis: Diberikan pada yang Membutuhkan
-
Profil Saifullah Yusuf, Mensos yang Tegas Coret 11 Ribu Penerima Bansos karena Main Judol
-
Wamen PANRB Dorong Kolaborasi Lintas Instansi Perkuat Program Sekolah Rakyat
-
Kemensos dan Kementerian PKP Renovasi 10 Ribu Rumah Orang Tua Siswa Sekolah Rakyat
-
Sinergi Kemensos Bersama BPS dan DEN Perkuat Digitalisasi Bansos Berbasis DTSEN
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Greenpeace Sebut Aturan Pilah Sampah DKI Dinilai Belum Cukup, Mengapa?
-
Bolivia Lumpuh Akibat Mogok Nasional, Buruh dan Petani Tuntut Presiden Rodrigo Paz Mundur
-
Dua Tahun 'Main Cantik' di Kantor Camat, Pegawai PPPK di Bogor Ketahuan Pakai Sabu Sejak 2024
-
Investigasi Kereta Bekasi Tak Kunjung Kelar, DPR ke KNKT: Kok Lama? Ini kan Bukan Pesawat Meledak!
-
Polda Metro Jaya Mulai Usut Laporan Dugaan Gelar Palsu Menkes Budi Gunadi Sadikin
-
Satgas PKH Setor Rp10,2 Triliun ke Kas Negara, Kejagung Klaim Selamatkan Jutaan Hektar Hutan
-
Geledah Rumah Heri Black, KPK Temukan Bukti Dugaan Perintangan Penyidikan dalam Kasus Bea Cukai
-
Iran Gelar Latihan Anti-Helikopter, Siaga Hadapi Serangan AS-Israel
-
WNI Tertangkap pada Kasus Jaringan Distributor Konten Asusila Anak di Kapal Pesiar Disney
-
Kesaksian Penumpang Kapal MV Hondius Karantina Massal 42 Hari karena Hantavirus