Suara.com - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PB NU) KH Said Aqil Siraj menilai As'ad Said Ali merupakan sosok yang tepat untuk memimpin Badan Intelijen Negara (BIN).
"Menurut saya tidak ada yang paling tepat jadi Kepala BIN selain Pak As'ad," kata Said Aqil di Jakarta, Selasa (11/11/2014).
Kata Said Aqil, As'ad yang merupakan mantan Wakil Kepala BIN dan kini menjabat sebagai Wakil Ketua Umum PB NU. Said Ali memenuhi seluruh kriteria untuk menjadi orang nomor satu BIN.
"Pak As'ad memiliki pengalaman panjang di dunia intelijen, baik di dalam maupun luar negeri," katanya.
As'ad yang memulai karir di dunia intelijen pada 1974 bertugas lama di Timur Tengah, menjadi salah satu direktur BIN di era Presiden Abdurrahman Wahid, kemudian jadi Wakil Kepala BIN di era Presiden Megawati Soekarnoputri.
"Pak As'ad adalah wakil kepala di tiga Kepala BIN berbeda, yaitu di saat kepalanya Pak Hendropriyono, Pak Syamsir Siregar, dan Pak Sutanto," kata Said Aqil.
"Dan bicara terorisme, Pak As'ad yang paling paham seluk beluknya. Bagaimana mengatasinya dan bagaimana mencegahnya, Pak As'ad paham itu," tambahnya.
Mengenai adanya pihak yang mengaitkan As'ad Said Ali dengan kematian tokoh HAM Munir, Said Aqil meminta seluruh pihak menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah.
"Itu kan masih dugaan-dugaan, belum ada bukti nyatanya. Jangan sampai karena hanya dugaan nama baik orang tercemar," katanya.
Yang jelas, kata Said Aqil, Kepala BIN merupakan jabatan penting dan strategis. Ia meminta Presiden Joko Widodo memilih sosok yang tepat dan profesional untuk mengisi pos itu.
"Ini bukan urusan main-main," kata Said Aqil.
As'ad Said Ali disebut-sebut sebagai salah satu kandidat kuat Kepala BIN. Lulusan Jurusan Hubungan Internasional FISIP UGM Yogyakarta itu merupakan satu-satunya orang sipil yang pernah menduduki jabatan nomer dua di badan intelijen yang dulu bernama Badan Koordinasi Intelijen Negara (Bakin) itu.
Berita Terkait
-
Resmi! Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026, Siap Pilih Ketum PBNU dan Rais Aam
-
Gus Ipul Bantah Tahan SK Jelang Muktamar PBNU: Itu Kabar Menyesatkan
-
PBNU Tetapkan Jadwal Muktamar ke-35 Agustus 2026, NTB hingga Jatim 'Berebut' Jadi Tuan Rumah
-
Letjen TNI Agus Widodo Dikabarkan Resmi Jabat Wakil Kepala BIN, Gantikan Komjen Imam Sugianto
-
Segera Tayang! Intip Fakta-Fakta Menarik Serial Disney+ 'Made in Korea 2'
Terpopuler
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 6 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaru yang Cocok untuk Bapak-Bapak
- 5 Bedak Tabur Translucent Lokal yang Bikin Makeup Tampak Halus dan Tahan Lama
Pilihan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
Terkini
-
Donald Trump Ingin Venezuela Jadi Negara Bagian AS, Preisden Delcy Rodriguez Buka Suara
-
7 Fakta Penemuan 11 Bayi di Sleman, Berawal dari Kecurigaan Warga hingga Biaya Penitipan Rp 50 Ribu
-
Donald Trump Pertimbangkan Kembali Operasi Militer di Timur Tengah
-
Menkes Budi Gunadi Sadikin Dilaporkan ke Polisi Atas Dugaan Pemalsuan Gelar Akademis
-
6 Fakta Video Dua WNI Ngaku Dijadikan 'Budak' dan Layani 450 Pria di Arab Saudi
-
Petugas Damkar Masih Lakukan Pendinginan di Lokasi Kebakaran Pergudangan Miami Kalideres
-
Progres MRT Fase 2A Sudah Separuh Jalan, Pramono Targetkan Tersambung hingga Kota Tua pada 2029
-
Rupiah Anjlok ke Rp17.500, Puan Maharani Ingatkan Pemerintah: Jangan Sampai Indonesia Terpuruk!
-
Waktu Makin Mepet, Puan Buka Suara Soal Arah Pembahasan RUU Pemilu
-
Saya Jaga Rel Sejak SMP, Kisah Anak Kampung yang Besar di Perlintasan Liar