- Polresta Sleman menyelidiki temuan sebelas bayi di sebuah rumah di Pakem setelah adanya laporan kecurigaan warga setempat.
- Bayi-bayi tersebut merupakan hasil hubungan luar nikah yang dititipkan orang tuanya kepada seorang bidan berbayar harian.
- Polisi sedang mendalami dugaan praktik penitipan bayi ilegal serta memastikan kondisi kesehatan bayi yang telah dievakuasi tersebut.
Suara.com - Kasus penemuan 11 bayi di sebuah rumah di Padukuhan Randu, Dusun Wonokerso, Hargobinangun, Pakem, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta mengejutkan publik. Belasan bayi tersebut ditemukan setelah warga curiga dengan keberadaan banyak bayi di rumah itu dan melaporkannya kepada aparat.
Polresta Sleman kini masih mendalami kasus tersebut, termasuk dugaan pelanggaran hukum terkait praktik penitipan bayi yang belum mengantongi izin resmi.
“Kita masih lidik, belum ada tersangka. Masih penyelidikan pendalaman apakah ada aturan hukum yang dilanggar atau tidak,” ujar Kasatreskrim Polresta Sleman, AKP Mateus Wiwit, dikutip Selasa (12/5/2026).
Berikut tujuh fakta yang terungkap dari kasus tersebut:
1. Berawal dari Kecurigaan Warga
Kasus ini terungkap setelah warga dan perangkat desa setempat merasa janggal dengan keberadaan belasan bayi di satu rumah di wilayah Pakem, Sleman, pada Jumat (8/5/2026).
Laporan tersebut langsung ditindaklanjuti aparat kepolisian dengan mendatangi lokasi.
“Tentunya kami merasa ada hal yang janggal terhadap adanya 11 bayi yang ada di Hargobinangun tersebut di satu rumah yang ditungguin atau dirawat oleh tiga orang,” kata Wiwit.
2. Mayoritas Bayi Hasil Hubungan di Luar Nikah
Baca Juga: Dinsos Sleman: Asesmen Ketat Menanti Orang Tua yang Ingin Jemput Bayi di Penitipan Ilegal
Dari hasil penyelidikan sementara dan klarifikasi terhadap sejumlah saksi, polisi mengungkap mayoritas bayi tersebut lahir dari hubungan di luar pernikahan.
Meski demikian, polisi menegaskan pemerintah akan tetap mengupayakan perlindungan status hukum terhadap orang tua maupun anak-anak tersebut.
3. Orang Tua Bayi Berasal dari Kalangan Mahasiswa hingga Pekerja
Polisi menyebut latar belakang orang tua bayi cukup beragam, mulai dari mahasiswa hingga pekerja.
Mereka menitipkan bayi dengan berbagai alasan, mulai dari kesibukan pekerjaan hingga persoalan status sosial.
Dalam pendalaman kasus, polisi juga menemukan para bayi tersebut telah dititipkan selama beberapa bulan. Seluruh bayi diketahui dilahirkan di praktik bidan di wilayah Banyuraden, Gamping.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
WNA China Diduga Dilecehkan Saat Bikin Video di Lovina Bali
-
Bibit Durian Diturunkan di Pelabuhan Makassar Padahal Punya Izin, Ini Respons Badan Karantina
-
Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam
-
Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus
-
Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit
-
Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor
-
Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi
-
Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo
-
Resah, Puluhan Pimpinan Media Lokal dari 4 Provinsi Kumpul di Pekanbaru Bahas Ekosistem Media
-
Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu