Suara.com - Usai mengikuti upacara peringatan Hari Kesehatan Nasional ke 50 di silang Monumen Nasional, Jakarta Pusat, Rabu (12/11/2014), para PNS memberikan cap telapak tangan sebagai tanda mendukung kampanye Komitmen Tidak Merokok.
"Saya sudah tidak merokok dari SMA, agar tetap sehat, karena tahu bahaya rokok seperti apa," kata salah satu PNS Kementerian Kesehatan, Akbar, kepada suara.com.
Senada dengan Akbar, pembina Pramuka di Jakarta Timur, Adjie Wongso, sangat mendukung kampanye antirokok.
Ia juga mengapresiasi tema Hari Kesehatan Nasional tahun ini, yakni Indonesia Cinta Sehat: Sehat Bangsaku Sehat Negeriku.
"Harapannya peringatan ke 50, sehat bangsaku sehat negeriku, dan kami dari pramuka mendukung kegiatan tema ini. Kita di tiap ranting, cabang mendukung Menteri Kesehatan," ujar Adjie.
"Kita dari diri sendiri menyadari bahwa bahaya rokok, memberitahu kepada teman-teman untuk kita tidak merokok, kita tahu akibat rokok seperti apa dan tidak bagus untuk kesehatan kita," Adjie menambahkan.
Upacara peringatan tadi pagi dipimpin oleh Menteri Kesehatan RI Nila F. Moeloek. Upacara ini diikuti oleh sekitar empat ribu orang.
Menteri Nila mengatakan masyarakat Indonesia harus membudayakan hidup sehat demi kebaikan generasi masa mendatang.
"Saya ingin mengajak kita semua bergandeng tangan bahu-membahu yang telah kita capai, dan harus berjalan lebih keras lagi," kata Nila.
Upacara dihadiri para peserta dari Badan Pengawas Obat dan Makanan, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial, Palang Merah Indonesia, Perwakilan Pusdokkes Polri, dan Puskes TNI.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil dan Pekerjaan Jhon LBF, Siap Bantu Ruben Onsu Bayar Kerugian Rp3,5 M
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
- 5 Pilihan Rice Cooker Panci Keramik yang Awet, Tahan Gores, dan Mudah Dibersihkan
- 25 Pengemis Haji Gocap di Kebayoran Baru Dikirim ke Panti Sosial
Pilihan
-
Sempat Serukan Serang Hercules! Admin Akun Pemukiman Setan Ditangkap Polisi karena Molotov
-
Pidato Pertama Sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin Berseloroh: Baru Dua Jam Saja
-
Jalani Ritual di Danau Sunter, WNA Aljazair Dievakuasi Setelah Dirayu 3 Jam
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
Terkini
-
Tunggakan Rp14,8 Miliar, 303 Pemain Belum Digaji: Ada Klub Raffi Ahmad Rans FC
-
Bukan Cuma Jadi Konsumen! DPR Ingin Indonesia Kuasai Ekosistem AI
-
Alasan Ada Agenda Lain, Anggota DPR Satori Mangkir dari Pemeriksaan KPK
-
Persib Lolos ACL Two dengan Drama! Mariano Peralta Jadi Pahlawan di Menit-Menit Akhir
-
Cegah Risiko Pidana, Pakar Sebut Pemerintah Tepat Atur Pembelian Timah Rakyat
-
Desak Pelaku Pengeroyok Bambang Setiawan Ditangkap, Wamen HAM: Harus Ditindak Tegas!
-
Dedi Mulyadi: Uang Pajak Warga Depok Siap Disulap Jadi Flyover dan Underpass
-
Setengah Karhutla Terjadi di Wilayah Korporasi yang Izinnya dari Negara!
-
Sikap Bupati Bogor Usai KPK Masuk Pemkab: Serahkan Proses Hukum dan Hargai Praduga Tak Bersalah
-
Padam Setelah 30 Jam, Kebakaran Pabrik Plastik di Serang Telan Kerugian Rp41 Miliar