Suara.com - Dua remaja asal Australia yang bergabung dengan kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) diyakini belum bisa bertempur bersama anggota kelompok militan lainnya.
Ini karena dua warga Australia tersebut kelebihan berat badan. Pemimpin komunitas muslim di Australia yang juga teman dari keluarga tersebut, Jamal Rifi, mengatakan, dua remaja tersebut mempunyai berat badan 140 kg.
Dua remaja tersebut bergabung dengan ISIS bersama dua saudara kandung lainnya. Empat warga Australia yang bergabung dengan ISIS itu berusia 17, 23,25 dan 28. Mereka sempat mengirim pesan pendek kepasa ibunya, Jumat lalu.
“Kami berhasil sampai di Bilad al-Sham (wilayah di Suriah). Kita akan bertemu lagi di surga,” demikian bunyi pesan tersebut.
Sang ibu terkejut dengan SMS tersebut dan sempat menyangka pesan itu sebagai hoax. Rifi mengaku tidak terlalu kenal dengan empat anak ibu tersebut yang bergabung dengan ISIS.
“Ibunya mengatakan empat anaknya itu tidak pernah membuat masalah dan selalu melakukan hal yang benar, berpendidikan dan juga santun. Keputusan untuk bergabung dengan ISIS sama sekali tidak sesuai dengan karakter mereka,” kata Rifi.
Diperkirakan jumlah warga Australia yang bergabung dengan ISIS berjumlah lebih dari 60 orang. Empat remaja yang bergabung dengan ISIS itu diduga bisa mencapai Suriah setelah tiba di Bangkok dan kemudian ke Turki. (News)
Tag
Berita Terkait
-
Empat Pendukung ISIS di Sumatera Diciduk Densus 88! Gunakan Media Sosial untuk Provokasi Teror
-
Turki Gempur ISIS Online: 26 Orang Ditangkap Terkait Propaganda Teror di Medsos
-
Serangan Udara AS di Somalia Tewaskan Tokoh Kunci ISIS, Siapa?
-
Gempur Persembunyian ISIS di Pegunungan Somalia, AS Klaim Sukses Besar
-
Turki Desak Prancis Pulangkan Warganya yang Terlibat ISIS di Suriah
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
Pilihan
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
-
Akun RHB Sekuritas Milik Wadirut Dijebol, Ada Transaksi Janggal 3,6 Juta Saham BOBA
Terkini
-
Insiden Mobil Patwal Senggol Warga di Tol Tomang, Kakorlantas: Sudah Ditangani!
-
Tito Karnavian Tegaskan Lumpur Banjir Sumatra Tak Dijual ke Swasta: Akan Dipakai Buat Tanggul
-
WALHI Sebut Negara Gagal Lindungi Rakyat dan Ruang Hidup Korban Bencana
-
Demo di Depan Kedubes AS, Ratusan Ojol Tagih Janji Perpres ke Presiden Prabowo
-
Mentan Amran Minta Tambahan Anggaran Rp5,1 Triliun Pulihkan Lahan Pertanian Teremdam Banjir Sumatra
-
Interupsi di Sidang Paripurna DPD RI, Senator Paul Finsen: Orang Papua Butuh Sekolah dan RS
-
Transjakarta Minta Maaf atas Insiden Penumpang Tunanetra Jatuh, Janji Perketat SOP dan Pendampingan
-
Titiek Soeharto 'Warning' 3 Kementerian soal Dampak Banjir Sumatera
-
Tanpa Digaji, 1.142 Taruna KKP Dikirim ke Aceh dan Sumatra Jadi Relawan Bencana
-
Sentilan Keras Peter Gontha: Buat Apa Ada KY Jika Hakim 'Bermasalah' Adili Nadiem?