Suara.com - Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi mengatakan telah mendapatkan arahan dari pimpinan KPK untuk membentuk unit gratifikasi di Kementerian Pemuda dan Olahraga yang bertujuan mencegah tindak korupsi.
"Kami sudah mendapatkan arahan, berikutnya kita akan bentuk unit gratifikasi," kata Imam di gedung KPK, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (19/11/2014).
Imam mengatakan untuk merealisasikan hal itu peran dan fungsi semua inspektorat akan dimaksimalkan. Dengan demikian, kelak bisa mendeteksi segala hal yang bisa mengarah pada penyimpangan, terutama praktek korupsi.
"Kami akan memaksimalkan peran-peran inspektorat di situ, agar semua indikasi-indikasi itu bisa kita cegah sejak dini, kira-kira itu," katanya.
Seperti diketahui, Kemenpora merupakan salah satu lembaga yang memiliki catatan kasus korupsi. Di antaranya, di zaman Andi Mallarangeng menjadi menteri. Andi sekarang dipenjara karena kasus korupsi proyek Pembangunan Pusat Pendidikan dan Pelatihan Sarana Olahraga Nasional di Bukit Hambalang Bogor.
Andi divonis hakim Pengadilan Tipikor dengan penjara selama empat tahun. Akibat kasus tersebut, negara rugi besar, di antaranya proyek Hambalang tak berjalan lagi.
Terpopuler
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 5 Rekomendasi Smartwatch yang Bisa Balas WhatsApp, Mulai Rp400 Ribuan
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
- Dua 'Pesawat Super' Milik AS Hancur, Kekuatan Militer Iran Kejutkan Dunia
Pilihan
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
-
Sesaat Lagi! Ini Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Bulgaria
-
Melihat 3 Pemain yang Bakal Jadi Senjata Utama Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria
-
Profil Sertu Farizal Rhomadhon, Prajurit TNI asal Kulon Progo yang Gugur di Lebanon
Terkini
-
Usut Tuntas Kasus Aktivis KontraS, Ketua YLBHI Desak Polri Tangkap Otak di Balik Teror Air Keras
-
PDIP Kutuk Keras Penyerangan TNI di Lebanon, Megawati Beri Instruksi Khusus Ini ke Kader
-
Negosiasi Selat Hormuz Berlanjut, Menlu Sugiono: Ada Sinyal Positif untuk Kapal RI
-
Minta Polisi Ungkap Pendana Isu Ijazah Palsu, Tim Hukum Jokowi: Saya Dengar Ada 'Charlie Chaplin'
-
Mendagri Tito Apresiasi BSPS, Program Perumahan Bantu Warga Kurang Mampu
-
Mahfud MD Curhat di DPD: Laporan Reformasi Polri Rampung, Tapi Belum Diterima Presiden
-
Imigrasi Ngurah Rai Amankan Buronan Interpol Asal Inggris
-
Geledah Kantor PT AKT, Kejagung Temukan Tumpukan Dolar Senilai Rp 1 Miliar!
-
Menaker Dorong Layanan Kemnaker Lebih Responsif dan Mudah Diakses Masyarakat
-
AHY Umumkan Kelahiran Anak Kedua, Diberi Nama Arjuna Hanyokrokusumo Yudhoyono