Suara.com - Ombudsman meminta dukungan politik DPR agar pemerintah dan pejabat publik bisa lebih mendengar rekomendasi mereka. Tujuannya agar ada perbaikan dalam pelayanan publik.
Ketua Ombudsman Danang Girindrawardana mengungkapkan, rekomendasi mereka bisa segera dijalankan jika diketahui masyarakat luas dan adanya dukungan politik lembaga legislatif. Dengan dukungan politik DPR, lanjut dia, rekomendasi Ombudsman akan mendapatkan perhatian lebih.
"Jika Presiden tidak menggunakan rekomendasi Ombudsman, maka DPR bisa bertanya," ujar Danang dalam diskusi bertajuk 'Revolusi Mental Layanan Publik' di Warung Daun Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (22/11/2014).
Dia mengungkapkan, kesadaran akan pentingnya keberadaan lembaga Ombudsman sebenarnya cukup tinggi. Karena itu, dia merasa bangga dengan adanya peningkatan kesadaran masyarakat terkait peran ombudsmen
"Kita membantu pemerintahan meluruskan pekerjaannya (pelayanan publik) dengan baik, itu adalah tugas kita, dan Alhamdulillah sekarang masyarakat sudah mengenal peran Ombudsmen, " ungkapnya
Di tempat yang sama, Direktur Lembaga Penelitian Pendidikan dan Peneragan Ekonomi dan Sosial(LP3ES), Suhardi mengakui, terjadi peningkatan pelayanan publik dengan kehadiran lembaga semacam KPK dan Ombudsman. Namun dia menilai peran Ombudsman sebagai lembaga yang mengawasi maladministrasi dalam pelayanan publik belum sekuat KPK.
"Ombudsman hanya seperti formalitas di masa reformasi, namun sekarang sudah mulai diperhitungkan," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
Terkini
-
Kenapa Indonesia Nekat Beli Minyak Rusia? Ini Hasil Pertemuan 3 Jam Prabowo-Putin
-
Krisis Kemanusiaan! Rakyat Lebanon: Tewas Dirudal Israel atau Mati Kelaparan
-
Manuver AS! Coba Dudukan Lebanon dan Israel tapi Berakhir Tanpa Jabat Tangan
-
Iran Beberkan Update Negosiasi Damai ke Turki, Soroti Dosa Besar AS-Israel
-
Seskab Teddy Ungkap Isi Pertemuan Empat Mata Prabowo dan Macron
-
Komnas HAM Papua: 4 Kekerasan Menonjol Terjadi di Awal 2026, 14 Korban Meninggal Dunia
-
Murka Elite NasDem ke Tempo Soal Merger Gerindra Dinilai Rendahkan Martabat Surya Paloh
-
Skenario Terburuk IMF, Perang Iran Bikin Pertumbuhan Ekonomi Dunia Anjlok Hingga Level Terendah
-
Mengenal Oghab 44, Benteng Bawah Gunung Iran yang Siap Hancurkan Armada AS di Selat Hormuz
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit