Suara.com - Badan Legislasi (Baleg) DPR RI disebut akan melibatkan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) untuk pembahasan revisi UU Nomor 17/2014 tentang MPR, DPR, DPD dan DPRD (UU MD3), yang sebelumnya ditunda untuk masuk Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2014.
"Pembahasan tingkat I dilibatkan. Kalau enggak dilibatkan, salah itu," ungkap Ketua Baleg, Sareh Wiyono, di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (27/11/2014).
Oleh karena itu, menurut Sareh, Baleg akan mengundang DPD terkait lanjutan pembahasan revisi peraturan tersebut. Undangan ini akan dilakukan dalam waktu dekat.
"Kita akan masukkan adanya revisi pasal 74 dan 98. Siapa tahu DPD ada masukan lebih bagus," terangnya.
Sareh pun mengaku optimistis, revisi UU MD3 ini akan tuntas sebelum memasuki masa reses tanggal 5 Desember 2014.
"Enggak lama itu. Tanggal 2 (Desember) kan kita paripurna," ujarnya pula.
Diketahui, Sidang Paripurna kemarin tentang pembahasan revisi UU MD3 untuk dimasukkan ke dalam Prolegnas, mengalami penundaan. Salah satu alasan penolakan ini adalah karena perlu dilibatkannya DPD dalam pembahasan UU tersebut.
Berita Terkait
-
DPR Dukung Usulan Blacklist Pelaku Politik Uang di Revisi UU Pemilu
-
Dukung Rekomendasi Reformasi Polri, Abdullah Tegaskan Polri Tetap di Bawah Presiden
-
Bersihkan Jejak Digital Negatif, Pemerintah Masukkan 'Right to be Forgotten' ke Revisi UU HAM
-
Kisahnya Viral, DPR Sebut Kematian Siswa karena Sepatu Kekecilan Jadi Alarm Keras Sistem Pendidikan
-
Revisi UU Pemilu Mendesak, Eks Penyelenggara Ingatkan Waktu Kian Sempit Jelang 2026
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Argentina Darurat Wabah Hantavirus, Puluhan Orang Terjangkit
-
Rektor UI Tegaskan Kampus Tak Boleh Asal Jalankan Program Makan Bergizi Gratis
-
9 Fakta Maut Erupsi Gunung Dukono: Pendakian Terlarang Berujung Tragedi
-
Di KTT ASEAN, Prabowo Sebut Diversifikasi Energi Kini Jadi Kebutuhan Mendesak
-
Respons Kejagung Soal Vonis Bebas Tiga Terdakwa Kredit Sritex
-
Imigrasi Tangkap 210 WNA Terduga Pelaku Penipuan Investasi Daring di Batam
-
Lebih Ganas dari PMK! Ancaman Penyakit BEF Hantui Sapi Kurban di Bekasi: Telat Sehari Bisa Mati
-
Pakar UGM Tolak Kampus Ikut Kelola MBG, Khawatir Perguruan Tinggi Kehilangan Independensi
-
Rasa Haru Selimuti Rumah Duka Haerul Saleh, Peti Jenazah Diantar Para Pimpinan BPK
-
Lantai 4 Rumah Anggota BPK Haerul Saleh Hangus 80 Persen