Suara.com - Petugas Kepolisian Resor Kota (Polresta) Medan bekerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja, menggeledah rumah mewah milik AP (53) di Jalan Tuamang Kelurahan Siderejo Hilir Medan Tembung, yang diyakini menampung tenaga kerja wanita (TKW).
"Rumah tersebut merupakan milik abang kandung tersangka SA pemilik CV MJ, penyalur tenaga kerja Jalan Angsa/Jalan Madong Lubis Medan yang menganiaya tiga Tenaga Kerja Wanita (TKW)," ungkap Kasat Reskrim Polresta Medan, Kompol Wahyu Istanto Bram, Selasa (2/12/2014).
Diketahui, ketiga TKW korban kekerasan itu masing-masing adalah Endang Murdaningsih (55) asal Madura, Ropmiani (42) asal Demak, dan Anis Rahayu (25) asal Demak.
Wahyu mengatakan, penggeledahan rumah tersebut pada Senin (1/12) sore, karena diduga sebagai tempat penampungan TKW. Ini juga merupakan pengembangan dari kasus penganiayaan yang menewaskan TKW Chichi (34) asal Malang, yang jenazahnya ditemukan di Kabupaten Karo.
"Dari keterangan korban TKW, bahwa tersangka SA telah menyalurkan beberapa pekerja ke rumah milik abangnya AP di Kelurahan Siderejo," ujar Wahyu pula.
Kasat Reskrim menjelaskan, dari rumah AP, petugas mengamankan seorang TKW bernama Dorce (43) asal Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang lantas diboyong ke Mapolresta Medan untuk dimintai keterangan. Sedangkan AP sang pemilik rumah tersebut, tidak ikut dibawa petugas ke Mapolresta Medan.
"Rumah AP digeledah, karena sejumlah TKW diduga disalurkan tersangka SA pemilik CV MJ yang beralamat di Jalan Madong Lubis," tutur Wahyu lagi.
Polresta Medan sendiri pada Jumat (28/11), telah menetapkan tujuh orang tersangka pelaku penganiayaan terhadap tiga TKW. Dari ketujuh tersangka pelaku penganiayaan tersebut, beberapa di antaranya adalah pimpinan perusahaan penyalur TKW berinisial SA, sekaligus istrinya RDK, serta beberapa orang karyawan dengan inisial ZKR, FRI, BHR dan MTR. [Antara]
Berita Terkait
-
Hasil IBL 2026: Pelita Jaya Makin Tak Terbendung, Rajawali Medan Korban Berikutnya
-
Kala Media Sosial sebagai Medan Perang Baru Propaganda Global
-
Cerita Pemain Jepang Yusuke Sasa Main di Tangerang, Depok hingga Jadi Mualaf di Bogor
-
Orang Kaya RI Pilih Pindah ke Tangerang, Ini Buktinya.
-
ABK Dituntut Hukuman Mati terkait Sabu 2 Ton, DPR Ingatkan Hakim: Itu Opsi Terakhir
Terpopuler
- PP Nomor 9 Tahun 2026 Resmi Terbit, Ini Aturan THR dan Gaji ke-13 ASN
- 31 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 10 Maret 2026: Sikat Diamond, THR, dan SG Gurun
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
- Promo Alfamart dan Indomaret Persiapan Hampers Lebaran 2026, Biskuit Kaleng Legendaris Jadi Murah
Pilihan
-
Trump Ancam Timnas Iran: Mundur dari Piala Dunia 2026 Kalau Tak Mau Celaka
-
Eksklusif! PowerPoint yang Dibuang Trump Sebabkan Tentara AS Mati
-
Belanja Rp75 Ribu di Alfamart Bisa Tebus Murah: Minyak Goreng Rp36.900 hingga Sirup Marjan Rp6.900
-
Ayah hingga Istri Tewas! Mojtaba Khamenei: AS-Israel Akan Bayar Darah Para Syuhada
-
Abu Janda Maki Prof Ikrar di TV, Feri Amsari Ungkap yang Terjadi di Balik Layar
Terkini
-
Pesawat Tanker KC-135 Milik AS Jatuh Saat Operasi Militer di Iran
-
Rudal-rudal Iran Masih Menghantui, Trump dan Netanyahu Terpojok Skandal Dalam Negeri
-
Eksklusif! PowerPoint yang Dibuang Trump Sebabkan Tentara AS Mati
-
Gara-gara Donald Trump Salah Perhitungan, 2 Hari Perang AS Habiskan Rp 94 Triliun
-
Gebrakan Dittipideksus Bareskrim di Jawa Timur: Bongkar Skandal Emas Ilegal Rp25,9 Triliun
-
Alasan KPK Baru Tahan Gus Yaqut Sekarang: Tak Ingin Terburu-buru dan Tunggu Bukti
-
Ayah hingga Istri Tewas! Mojtaba Khamenei: AS-Israel Akan Bayar Darah Para Syuhada
-
Hampir 1 dari 10 Anak Indonesia Alami Masalah Kesehatan Mental, Apa Penyebabnya?
-
Praperadilan Direktur PT WKM, Ahli: Seorang Tersangka Harus Dipenuhi Haknya Meski Masih Penyidikan
-
KPK Ungkap Akal-akalan Gus Yaqut Bagi Kuota Haji Tambahan 50:50 Persen