Suara.com - Jabatan Ketua Harian DPP Golkar muncul dalam Musyawarah Nasional (Munas) IX Golkar di Nusa Dua, Bali. Jabatan itu muncul dari rapat Komisi A tadi malam dan dibawa ke sidang paripurna Munas, hari ini, Rabu (3/12/2014).
Wacana pembentukan Ketua Harian ini sempat mendapat pertanyaan dalam jalannya sidang paripurna. Sebab, ada salah satu peserta sidang sempat mempertanyakan mengapa jabatan ini bisa muncul. Padahal, peserta yang mengaku juga anggota Komisi A Munas ini merasa tidak dilibatkan dalam rapat malam tadi.
"Kenapa ada ketua harian? apa ada udang di balik batu. Ini tidak sedikit pun dibahas di komisi A. Saya bukan menanyakannya kepada ketua sidang, tapi pada ketua Komisi A," kata dia.
Nurdin Halid yang memimpin sidang Munas ini menegaskan, Paripurna Munas bersifat untuk memberikan keputusan. Jadi bukan lagi mempertanyakan masalah tersebut. Sebab, pembentukan ketua harian sudah dirapatkan dan dilaporkan dalam paripurna hari ini.
"Saya punya kewenangan untuk memimpin supaya fokus. Tidak semua hal yang tidak dibahas di komisi dibahas ke paripurna. Munas ini merupakan keputusan tertinggi bukan komisi lagi," kata Nurdin.
Dia pun mempertanyakan kepada peserta Munas untuk meminta persetujuan menetapkan keputusan ini.
"Setuju? Untuk tambah Bab V pasal 6 ayat 1 ART. Huruf (d) Ketua Umum/formatur dapat melakukan penambahan perubahan dan atau penyesuaian struktur kepengurusan sesuai dengan kebutuhan termasuk ketua harian bila diperlukan," tanya Nurdin.
"Setuju," teriak peserta Munas dan disambung suara palu diketok sebagai tanda keputusan telah diambil. (Rif)
Berita Terkait
-
Isu Munaslub 'Hantui' Golkar, Idrus Marham Sebut Bukan Dari Istana Dalangnya
-
Kaleidoskop 2024: Dinamika Parpol di Tahun Politik, Golkar Dipimpin Bahlil, PDIP Takut Diawut-awut
-
Jokowi Ungkap Alasan Pakai Kemeja Kuning Saat Hadiri Penutupan Munas Golkar, Begini Katanya
-
Berkemeja Kuning, Jokowi Dan Prabowo Hadiri Penutupan Munas Golkar Malam Ini
-
Sah! Jadi Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia Terima Panji Kebesaran dan Ucapkan Ikrar Ini
Terpopuler
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
Pilihan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
Terkini
-
Herman Khaeron Apresiasi KWP Berbagi, Dorong Peningkatan Kegiatan Sosial di DPR RI
-
Kejagung Buka Peluang Tambah Tersangka Korupsi MBG, Nama-Nama Baru Masih Didalami
-
Sempat Dikeluhkan karena Galian Berbahaya, Proyek PAM Jaya di Condet Kini Mulai Alirkan Air Bersih
-
Menanti Nyanyian Sony Sonjaya, Siapa Saja Petinggi di Balik Skandal Korupsi MBG?
-
Tabrak Lari Tewaskan Tokoh Pramuka Tangerang, Polisi Kantongi Identitas Kendaraan
-
Kejagung Sasar Kantor dan Rumah Tersangka Korupsi MBG, Dokumen hingga Barang Bukti Elektronik Disita
-
Bansos Sarung dan Mukena Dikorupsi, Eks Legislator NTB Cuma Dituntut 2 Tahun Bui
-
Moratorium MBG Bikin Investor Menjerit, Jupnas Gizi: Ini Rapor Merah
-
Dijuluki 'Banjir Abadi', Genangan di Joglo Kembangan Akhirnya Ditangani Pemkot Jakbar
-
Babak Baru Korupsi MBG, Asep Yusuf Somantri Punya Tugas 'Spesial' Atur SPPG