Suara.com - Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri mengatakan, pengurangan jam kerja tidak akan diterapkan untuk semua Pegawai Negeri Sipil Perempuan. Hanif mengungkapkan hal ini terkait wacana dari Wakil Presiden Jusuf Kalla yang akan mengurangi jam kerja bagi PNS perempuan.
Kata dia, hanya PNS perempuan yang mempunyai anak kecil yang jam kerjanya akan dikurangi.
"Sebenarnya tujuannya untuk memastikan agar anak-anak kita memperoleh kasih sayang, pendidikan dan perhatian dari para ibu yang bekerja. Formula yang ditawarkan bapak JK itu pengurangan jam kerja," ungkap Hanif di Kementerian Ketenagakerjaan, Jakarta, Kamis (4/12/2014).
"Nah itu sedang kami kaji dulu, formulanya sebenarnya banyak untuk bisa mencapai tujuan itu," katanya.
Hanif menjelaskan, aturan ini juga menuai pro dan kontra. Banyak masyarakat yang mendukung wacana tersebut, namun tidak sedikit pula para pekerja perempuan yang protes dan menganggap bahwa itu akan menjadi pembatas untuk meniti karier.
"Itu kan wacana yang tujuannya baik. Kalau dianggap diskriminasi itu soal cara pandang saja," jelasnya.
Sebelumnya, Wakil Presiden Jusuf Kalla mewacanakan untuk memberi kelonggaran atau mengurangi jam kerja bagi kaum perempuan, yakni pengurangan satu jam sebelum masuk kerja, dan satu jam pulang lebih cepat.
Terpopuler
- 5 Mobil Nissan Bekas yang Jarang Rewel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- 5 Sunscreen untuk Hilangkan Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan, RAM 6 GB Performa Jempolan
- 5 Sepatu Skechers Paling Nyaman untuk Jalan Kaki, Cocok Dipakai Lansia
- Purbaya Temukan Uang Ribuan Triliun Milik Jokowi di China? Kemenkeu Ungkap Fakta Ini
Pilihan
-
KLH Gugat 6 Perusahaan Rp 4,8 Trliun, Termasuk Tambang Emas Astra dan Toba Pulp Lestari?
-
Bursa Transfer Liga Inggris: Manchester United Bidik Murillo sebagai Pengganti Harry Maguire
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
Terkini
-
Salip London hingga Paris, Bali Jadi Destinasi Wisata Terbaik Dunia 2026
-
KAI Catat 88 Ribu Penumpang Tinggalkan Jakarta Selama Libur Isra Mikraj
-
Pelaku Asusila di Bus Transjakarta Koridor 1A Diproses Hukum
-
Akses Terputus Sepekan, Kepala BNPB Instruksikan Percepatan Penanganan Longsor Jepara
-
Hujan Lebat dan Angin Kencang Bayangi Akhir Pekan Jakarta
-
Belajar dari Broken String Aurelie Moeremans: Mengapa Korban Sulit Lepas dari Jerat Pelaku?
-
Bupati Bogor Tak Mau Tutup Mata, Rudy Susmanto Janji Telusuri Kabar Korban Jiwa di Pongkor
-
Balik Kampung Bangun Masjid Rp1 Miliar, Haji Suryo Siapkan 3.000 Loker di Lampung Timur
-
Misteri Asap di Nanggung: Video Evakuasi Viral Disebut Hoaks, Tapi Isu Korban Jiwa Terus Menguat
-
Bukan Sekadar Elektoral, Legislator Gerindra Sebut Era Prabowo Sebagai Fase Koreksi Sejarah