- Putra Menkeu Israel, Benya Hebron, terluka serius akibat serangan mortir di perbatasan Lebanon pada Jumat, 6 Maret 2026.
- Serpihan mortir merobek hati Benya dan nyaris mengenai pembuluh darah utama, berbeda dengan laporan media Israel sebelumnya.
- Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Israel dan Hizbullah di sepanjang perbatasan utara kedua negara.
Suara.com - Putra Menteri Keuangan Israel, Benya Hebron mengalami luka serius setelah serangan mortir yang menyasar pasukan Israel di perbatasan Lebanon.
Menkeu Israel, Bezalel Smotrich mengungkapkan bahwa putranya, Benya termasuk di antara delapan tentara yang terkena serangan tersebut.
Serangan itu terjadi pada Jumat, 6 Maret 2026, saat pasukan Israel berada di wilayah perbatasan Lebanon.
“Serpihan mortir menembus punggung dan perutnya,” tulis Smotrich melalui akun X miliknya, Selasa (10/3/2026).
Smotrich menjelaskan putranya langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan darurat.
Menurut Smotrich, hasil pemeriksaan dokter menunjukkan serpihan ledakan tersebut merobek bagian hati putranya dan berhenti sangat dekat dengan pembuluh darah terbesar di perut.
“Jika pembuluh darah itu sampai rusak, kondisinya bisa jauh lebih parah dan bahkan mengancam nyawa,” katanya.
Pernyataan dari Smotrich ini membantah pemberitaan dari media Israel KAN, melaporkan bahwa kondisi putra Smotrich tidak serius. “Cedera yang dialami tergolong ringan,” demikian laporan KAN.
Sementara itu menurut laporan media Turki, Anadolu Ajansi, insiden serangan kepada militer Israel terjadi di sepanjang perbatasan utara yang berbatasan langsung dengan Lebanon.
Baca Juga: Duet ASIsrael Tak Kunjung Sukses Atasi Serangan Balik Iran, 'Epic Fury' Diledek Jadi 'Epic Failure'
KAN menyebutkan bahwa bentrokan terjadi di area perbatasan Lebanon, namun tidak menjelaskan secara rinci lokasi tepatnya.
Smotrich menambahkan bahwa beberapa rekan satu unit putranya juga mengalami luka serius akibat serangan tersebut.
Sebagai anggota kabinet yang ikut mengambil keputusan militer, Smotrich mengaku sangat menyadari konsekuensi berat dari perang.
“Setiap keputusan menyangkut hidup dan mati para tentara, termasuk anak saya sendiri dan tentara Israel lainnya yang saya anggap seperti anak saya,” katanya.
Ketegangan antara Israel dan Hizbullah dalam beberapa hari terakhir kembali meningkat tajam. Militer Israel melancarkan serangan udara dan artileri ke sejumlah wilayah di Lebanon selatan dan timur.
Target serangan disebut sebagai infrastruktur militer milik Hezbollah.
Berita Terkait
-
Duet ASIsrael Tak Kunjung Sukses Atasi Serangan Balik Iran, 'Epic Fury' Diledek Jadi 'Epic Failure'
-
Tampang Insinyur India Diduga Agen Mossad, Bocorkan Lokasi Strategis Negara Sekutu AS
-
Adik Benjamin Netanyahu Dikabarkan Tewas Rumahnya Dibom Iran, Begini Kata Israel
-
Ratusan Prajurit Amerika Mulai Membelot, Muak dengan Pembantaian Siswi SD di Minab
-
Rudal 'Kiamat' Iran Gempur Israel, Berat Hulu Ledak 1 Ton
Terpopuler
- 6 HP Terbaik di Bawah Rp1,5 Juta, Performa Awet untuk Jangka Panjang
- Langkah Progresif NTT: Program Baru Berhasil Hentikan Perdagangan Daging Anjing di Kupang
- Promo THR Alfamart Maret 2026: Sirup Marjan dan Biskuit Lebaran Diskon Gila-gilaan, Mulai 6 Ribuan
- 5 Mobil Bekas untuk Jangka Panjang: Awet, Irit, Pajak Ringan, dan Ramah Kantong
- Promo Kue Kaleng Lebaran Indomaret Alfamart Terbaru, Harga Serba Rp15 Ribuan
Pilihan
-
Teror di Rumah Wali Kota New York Zohran Mamdani: Dua Remaja Lempar Bom Rakitan
-
Trump Bilang Perang Segera Selesai, Iran: Ngaku Saja, Amunisi Kalian Sudah Mau Habis
-
Selain Bupati, KPK Juga Gelandang Wabup Rejang Lebong ke Jakarta Usai OTT
-
Patuhi Perintah Trump, Australia Kasih Suaka ke 5 Pemain Timnas Putri Iran
-
Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
Terkini
-
Duet ASIsrael Tak Kunjung Sukses Atasi Serangan Balik Iran, 'Epic Fury' Diledek Jadi 'Epic Failure'
-
Detik-detik Jaklingko Terguling di Lebak Bulus Viral di Media Sosial
-
Video Penyerangan Petasan ke Toko Tramadol Viral, Polisi Gerebek Kios dan Sita Ratusan Pil
-
Dari Tenda ke Kelas Darurat, 6 RKD Kini Hadir untuk Pulihkan Pembelajaran di Pidie Jaya Aceh
-
Indonesia Masuk 2 Besar Negara Kasus Campak Tertinggi di Dunia, Ternyata Ini Penyebabnya!
-
Kala Balai Kota Jakarta Jadi Tempat Berburu Sembako Murah Tanpa Dompet dan Wadah Berbagi
-
Mahfud MD Paparkan Solusi Atasi Kekosongan Kepala Daerah, Pemilu Sela hingga Perpanjangan Jabatan?
-
Rem Blong Picu Kecelakaan Beruntun 7 Kendaraan di Tol JORR, Dua Orang Luka
-
Update Perang Pakistan vs Afghanistan: BBM Langka, 160 Ribu Warga Terancam Kelaparan
-
Baru Bebas, Amnesty International Kecam Penangkapan Ulang Komar Terkait Tuduhan Penghasutan