-
Mojtaba Khamenei resmi dilantik menjadi Pemimpin Agung Iran ketiga pada 8 Maret 2026.
-
Hezbollah memberikan dukungan penuh dan menyebut penunjukan ini sebagai ancaman nyata bagi musuh.
-
Transisi kepemimpinan terjadi setelah wafatnya Ali Khamenei akibat serangan udara di wilayah Teheran.
Suara.com - Kelompok perjuangan Hezbollah di Lebanon secara resmi mengirimkan pesan sukacita atas terpilihnya pemimpin tertinggi Iran.
Nama Ayatollah Seyed Mojtaba Hosseini Khamenei kini resmi memegang tongkat estafet kepemimpinan di negara tersebut.
Pihak Hezbollah meyakini bahwa suksesi ini membawa pesan peringatan yang sangat serius bagi lawan politik.
Kehadiran sosok baru ini diprediksi akan menimbulkan keresahan mendalam bagi pihak-pihak yang memusuhi kedaulatan Iran.
Munculnya nama Mojtaba dipandang sebagai simbol ketegasan Iran dalam menjaga stabilitas kawasan Timur Tengah.
Melalui saluran resmi, Hezbollah memberikan apresiasi tinggi atas keputusan strategis yang diambil oleh Majelis Ahli.
Pihak Hezbollah menilai bahwa penunjukan ini merupakan langkah yang sangat cerdas untuk mematahkan ambisi asing.
“Pilihan ini merupakan jawaban tegas terhadap ilusi musuh-musuh Republik Islam Iran,” bunyi pernyataan resmi gerakan tersebut.
Kalimat tersebut merujuk pada keyakinan bahwa Iran tidak akan goyah meskipun menghadapi tekanan eksternal.
Baca Juga: Penyelidikan Serangan Sekolah Iran: Bukti Mengarah ke Rudal AS
Fokus utama dari dukungan ini adalah menjaga kesinambungan revolusi yang telah dibangun selama puluhan tahun.
Hezbollah juga memberikan penghormatan mendalam bagi mendiang Ayatollah Ali Khamenei yang telah berpulang sebelumnya.
Mereka memuji dedikasi pemimpin terdahulu yang dianggap sukses menjaga kemandirian bangsa dari pengaruh luar.
Kebijaksanaan Ali Khamenei dalam menavigasi konflik bersenjata menjadi fondasi kuat bagi kepemimpinan masa depan Iran.
Dukungan terhadap Mojtaba merupakan bentuk loyalitas terhadap nilai-nilai perjuangan yang sudah ditanamkan sejak lama.
Eksistensi Iran di bawah komando baru diharapkan tetap menjadi duri bagi rencana ekspansi militer agresor.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Kulit Bersih Tanpa Rasa Kering dan Tertarik, Ini Pentingnya Memilih Cleansing Balm yang Gentle
-
Baru IPO, Emiten RANS Sudah Gonjang-ganjing! Satu Direktur Pilih Mundur
-
Bukan Supra Lagi Jadi Raja, Ini Motor Bebek Honda Paling Irit yang Kerap Diremehkan
-
Bebas Eksplorasi Aroma, Begini Cara Baru Menemukan Parfum yang Cocok
-
Laut China Selatan Jadi Rebutan, RI Diminta Tak Lupakan Potensi Ekonomi Natuna
-
2 Shio yang Diprediksi Paling Beruntung di Akhir Juli dan Awal Agustus 2026, Siap Panen Rezeki
-
Detik-detik Motor PCX Tersenggol dan Terlindas Bus TransJakarta di Sudirman
-
Bambang Pamungkas Bela Skuad Timnas Indonesia Pilihan John Herdman untuk Piala AFF 2026
-
Wisata Kuliner Dunia Sambil Belanja, Tren Baru yang Makin Diminati Masyarakat Serang
-
Bagaimana Cara Mengatasi Bedak yang Terlalu Putih? Akali dengan Produk Ini