Suara.com - Bendahara Umum DPP Partai Golkar hasil Munas Bali, Bambang Soesatyo, mengungkapkan kejanggalan-kejanggalan dengan adanya Musyawarah Nasional (Munas) IX Partai Golkar yang kini digelar kubu Agung Laksono di Ballroom Hotel Mercure, Ancol Jakarta Utara.
Dia menilai, kubu Agung Laksono meragukan Munas di Bali dengan alasan percepatan waktunya. Hal itu yang dipertanyakan Bambang lantaran kubu yang menolak Munas Bali melaksanakan Munas dengan waktu dipercepat.
"Faktanya dia lakukan (membuat Munas) dan dia lakukan dengan hal yang sama dan mempercepat waktunya," ujar Bambang ketika konferensi pers di Restaurant Pulau Dua, Senayan, Jakarta, Minggu (7/12/2014).
Dengan ada percepatan itu, Bambang menduga kubu Agung Laksono ingn memanfaatkan mengenai Undang-Undang Nomor 2 tahun 2008 tentang partai politik. Ia menilai Kementerian Hukum dan Ham akan mengesahkan perubahan kepengurusan setelah di terimanya persyaratan pengajuan perubahan itu.
"Kalau mereka (gelar Munas) bulan Januari maka mereka tidak bisa ganggu gugat, duggan kami dalam hitungan hari, teman-teman menyelenggarakan Munas di Ancol, dengan harapan dua pengurus yg diajukan Kemenkuham. Duggan saya ingin menaikan porsi tawar," kata Bambang.
Dengan adanya peristiwa di internal partai beringin, Bambang meminta kepada pemerintah nantinya untuk tidak terjebak melihat situasi konflik yang dialami internal Partai Golkar.
Berita Terkait
-
Isu Munaslub 'Hantui' Golkar, Idrus Marham Sebut Bukan Dari Istana Dalangnya
-
Kaleidoskop 2024: Dinamika Parpol di Tahun Politik, Golkar Dipimpin Bahlil, PDIP Takut Diawut-awut
-
Jokowi Ungkap Alasan Pakai Kemeja Kuning Saat Hadiri Penutupan Munas Golkar, Begini Katanya
-
Berkemeja Kuning, Jokowi Dan Prabowo Hadiri Penutupan Munas Golkar Malam Ini
-
Sah! Jadi Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia Terima Panji Kebesaran dan Ucapkan Ikrar Ini
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
Mayoritas Daycare Belum Berizin, Menteri PPPA Soroti Minimnya Standar dan Risiko bagi Anak
-
Bongkar Dampak Buruk Reklamasi di Pulau Serangan, DPR Minta Penghentian Sementara Seluruh Aktivitas!
-
Murni Penembakan atau Siasat Trump? Republik Tuduh Partai Demokrat sebagai Biang Kerok
-
Kapal Tanker Dibajak di Somalia, 4 WNI Jadi Tawanan
-
Analisis: Kenapa Perang 40 Hari Justru Perkuat Posisi Iran di Mata Dunia?
-
Gerak-gerik Mencurigakan Wanita Rambut Pirang Saat Penembakan Donald Trump, Ada yang Aneh
-
Tertipu Citra Profesional, Orang Tua Ini Ungkap Horor di Balik Daycare Little Aresha
-
Dosen UGM Jadi Penasihat Daycare Little Aresha, Kampus Tegaskan: Bukan Representasi Institusi
-
Siapa Cole Tomas Allen? Guru Terbaik Diduga Pelaku Penembakan Trump, Pendukung Partai Demokrat
-
Donald Trump Buka Tangan ke China Bantu Konflik di Selat Hormuz, Tapi Tidak Berharap Banyak