Suara.com - Sebanyak enam orang hari ini divonis hukuman mati atas aksi penyerangan di sebuah pasar di Urumqi, Provinsi Xinjiang, sebelah barat Cina, pada Mei 2014 lalu. Insiden tersebut dilaporkan menewaskan sedikitnya 39 orang.
Sementara itu, dalam persidangan yang sama dengan kasus berbeda, dua orang lainnya juga divonis hukuman mati atas aksi penyerangan di stasiun kereta Urumqi, April lalu. Peristiwa yang menewaskan satu orang ini sendiri terjadi usai kunjungan Presiden Xi Jinping ke Urumqi pada 30 April, di mana para pelaku mengamuk menggunakan pisau dan meledakkan bom.
Sebagaimana diberitakan BBC, Senin (8/12/2014), dalam kasus di pasar Urumqi, sebanyak dua orang lainnya divonis hukuman mati tertunda, yang biasanya berarti harus menghabsikan seumur hidupnya di penjara. Sementara untuk kasus di stasiun kereta, tiga orang mendapatkan vonis serupa.
Dalam aksi di pasar Urumqi sendiri, mereka yang divonis hukuman mati dianggap ikut merancang dan membantu penyerangan tersebut. Para penyerang menabrakkan dua mobil ke tengah khalayak di pasar saat itu, serta melemparkan beberapa bom yang menewaskan puluhan orang. Kejahatan yang didakwakan pada mereka tercatat mulai dari terlibat organisasi teroris, penggunaan peledak, hingga korupsi.
Insiden pada bulan-bulan itu sendiri telah mendorong pemerintah Cina melancarkan operasi khusus selama setahun, terutama demi menyasar apa yang mereka sebut sebagai kelompok teroris pendukung separatisme di Xinjiang. Wilayah itu dikenal didiami kaum minoritas Uyghur yang beragama Islam.
Namun, sejak pemerintah Cina mencanangkan operasi tersebut, sejumlah kekerasan lainnya justru telah terjadi, dengan sekitar 200 orang tewas dan berujung pula pada puluhan orang yang ditangkap dan dihukum mati. Tahun 2009 lalu, beberapa kekerasan di Urumqi juga sudah mencatatkan setidaknya 200 korban tewas.
Pemerintah Cina mengklaim serius membangun kawasan itu, namun di sisi lain masyarakat Uyghur menilai mereka justru terus ditekan dan kebudayaannya coba dihilangkan. Itulah yang selama ini menyebabkan senantiasa terjadi bentrok antara warga Uyghur dan bangsa Han khususnya di sana, meski pemerintah Cina sendiri kerap berusaha menutupinya. [BBC]
Berita Terkait
-
Pendiri Telegram Pavel Durov Masuk Daftar Buronan Terorisme Rusia
-
Densus 88 Tangkap Teroris di Ciamis dan Lampung, Bongkar Propaganda Medsos
-
Ramai Desakan Febrie Adriansyah Dijatuhi Hukuman Mati, LBHM Ingatkan Bahaya Ilusi Ketegasan
-
'Kutuk Aksi 'Boti Hunter', Negara Didesak Lindungi Martabat dan Hak Aman Komunitas Trans
-
Geger Eks Napiter Ledakkan Lapak di Tasik, Pengamat Bongkar Celah Pengawasan yang Bolong
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- 5 Rekomendasi Rice Cooker Digital, Nasi Tetap Pulen hingga 48 Jam
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
17 Agustus Zodiak Apa? Kenali Karakteristik Sang "Singa" yang Lahir di Hari Kemerdekaan Indonesia
-
4 Zodiak Paling Beruntung pada 10 Agustus 2026, Siap Raih Kesuksesan Besar
-
Harga Pangan 10 Agustus 2026: Cabai Rawit Merah Hingga Beras Merangkak Naik
-
Paling Kuat di Asia, Rupiah Pukul Mundur Dolar AS ke Level Rp17.810
-
Rekam Jejak Saepul Pelaku Mutilasi Depok: Mantan Guru Matematika hingga Peserta Dangdut TV
-
IHSG Betah di Level 6.400 Pagi Ini, Pantau Saham DSSA
-
Intip Teaser Bad Lieutenant: Tokyo, Dibintangi Shun Oguri dan Lily James
-
Tablet Murah Harga Rp1 Jutaan: Lenovo Lecoo P900A Hadir dengan RAM 8GB dan OS Tanpa Iklan
-
Yayasan Harapan Ibu: Temuan Ratusan Senjata di Sekolah Murni Urusan Hukum, Bukan Konflik Internal
-
Pengusaha Masih Nakal, Ratusan Truk Obesitas Masih Ada di Jalan