Suara.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belum akan memanggil kepala daerah yang mempunyai rekening gendut. Juru bicara KPK, Johan Budi mengatakan, KPK masih harus menelaah dan menyelidik terlebih dahulu Laporan Hasil Analisa Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) tentang rekening gendut tersebut.
“Kita baru akan memanggil kalau ternyata ada indikasi tindakan pidana korupsi terkait rekening gendut tersebut. Karena itu, LHA yang diberikan oleh PPATK biasanya akan ditelaah terlebih dahulu oleh penyelidik di KPK. Kalau ada temuan korupsi, baru yang bersangkutan dipanggil ke KPK,” kata Johan kepada suara.com melalui sambungan telepon, Jumat (12/12/2014).
Johan tidak bisa memastikan berapa lama waktu yang diperlukan penyelidik KPK untuk menelaah Laporan Hasil Analisis dari PPATK. Karena, semuanya tergantung dari kompleksitas LHA tersebut.
Sebelumnya, 10 kepala daerah ditenagarai mempunyai rekening gendut. Gubernur Sulawesi Tenggara, Nur Alam ditengarai masuk dalam daftar kepala daerah dengan rekening gendut. Politisi dari Partai Amanat Nasional tersebut ditengarai menerima uang sebesar 4,5 juta dolar Amerika dari sebuah perusahaan tambang di Hongkong.
Sementara itu, mantan Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo diduga menerima dana sebesar Rp60 miliar pada antara Februari hingga Desember 2012. Dana itu diyakini untuk biaya kampanye Fauzi Bowo untuk kembali maju sebagai Gubernur Jakarta.
Berita Terkait
-
KPK Cecar Pejabat Bulog, Dalami Pembentukan Harga Beras dalam Kasus Korupsi Bansos
-
Misteri Sisa SGD 2 Ribu untuk Menhut Raja Juli, Juprizal Ngaku Tak Tahu Meski Diduga Jadi Pengepul
-
Diduga Jadi Pengepul Uang untuk Raja Juli, Ketua DPRD Kuansing Diperiksa KPK
-
Kiprah Bebizie Sri Mulyati: Dari Panggung Dangdut, Jadi Anggota DPRD Kini Diperiksa KPK
-
KPK Bongkar Jejak Restitusi Pajak Rp 48,3 Miliar dalam Kasus Suap KPP Banjarmasin
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
2 Tanker BUMN UEA Diserang di Selat Hormuz
-
Bangkit Berkat Huntara, Warga Agam Kini Kembangkan Usaha Berbasis Potensi Lokal
-
SMP dan SMA Sekolah Tumbuh Gandeng Neon Bit Kembangkan Pembelajaran Coding dan Robotik
-
4 Shio yang Diprediksi Nasibnya Makin Baik pada 15 Agustus 2026, Siapa Saja?
-
Fakta Ilmiah Cara Sabun Membersihkan Baju dari Noda Membandel
-
BREAKING NEWS: Peringatan Tsunami di Flores Usai Gempa 7,0
-
Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal
-
Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027
-
Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang