Suara.com - Sekretaris Jenderal Partai Golkar versi Munas di Bali, Idrus Marham, yakin kepengurusan partainya yang akan disahkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia.
"Kami punya keyakinan presiden Jokowi dan Wakil presiden JK, pasti akan mendukung proses yang sesuai aturan yang ada," kata Idrus di DPR, Jakarta, Jumat (12/12/2014).
Menurut Idrus seluruh tahapan Munas di Bali sudah sesuai prosedur dan AD/ART.
"Kita berkeyakinan, berdasarkan AD/ART dan fakta politik, serta langkah-langkah, mulai dari pleno dan rapimnas untuk menetapkan Munas Golkar. Dan munas pun berjalan damai dan prosesnya demokratis. Sehingga tidak ada alasan bagi Kementerian Hukum dan HAM untuk tidak memberikan pengesahan susunan kepengurusan dari kami," kata Idrus.
Seperti diketahui, saat ini Golkar terpecah menjadi dua. Kubu Aburizal Bakrie menggelar Munas IX di Bali dan sudah mendaftarkan hasilnya ke Kemenkumham. Demikian juga dengan kubu Agung Laksono yang menyelenggarakan Munas IX di Jakarta. Tapi, sampai hari ini, Kemenkumham belum membuat keputusan.
Idrus menilai langkah kelompok Agung hanya sebatas kepentingan subyektif dan sengaja ingin merusak Partai Golkar dengan menghalalkan segala cara.
"Jadi, apakah orang-orang ini layak dipercaya untuk kepentingannya yang subyektif dan merusak partai. Langkah yang mereka ambil mengganti ketua fraksi, menggantikan wakil ketua MPR, itu kan subjektif orang tertentu. Berpolitik itu berjuang untuk cita-cita dan ideologi. Kalau begini caranya kan hanya akan mendegradasi partai," katanya.
Sebaliknya, kelompok Agung Laksono juga mengecam kubu Aburizal Bakrie karena mempercepat pelaksanaan munas, padahal seharusnya dilakukan awal 2015. Sama seperti Idrus, Agung dkk juga meyakini pemerintah akan mengesahkan kepengurusan mereka.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Gegara Program Prioritas, Kementerian Ramai-ramai 'Mengemis' Anggaran Tambahan?
-
Stop Politisasi MBG! Asosiasi Desak BGN Fokus Benahi Tata Kelola usai Skandal Korupsi
-
Wagub Jabar Buka Danseskoad Cup 2026, Dorong Pembinaan Pesepak Bola Usia Dini
-
Pramono Anung Resmikan Wajah Baru Rasuna Said: Ingin Jadi Ikon Gembok Cinta Ala Paris
-
Sudah Keluar Modal Besar, Asosiasi Minta Kepastian dan Mitigasi usai Moratorium Dapur MBG
-
Cerita di Balik Halte Setiabudi Integritas: Ide Ketua KPK saat Naik Bus dari Ragunan
-
Mandalika hingga Rempang: Hak Rakyat Tergilas Proyek Negara, Pemulihan Cuma Janji?
-
AI Digadang-gadang Mampu Kurangi Emisi Karbon, Benarkah?
-
Stop Stigma Anti-Negara! Kritik Bukan Ancaman, Semua Presiden Wajib Tunduk pada Konstitusi!
-
Benarkah Demo Mahasiswa Ditunggangi? Ini Alasan Mengapa PDIP Dicurigai