Suara.com - Hasil Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) I Partai Persatuan Pembangunan (PPP) kubu Djan Faridz siap mendukung Peraturan Pemerintah Penganti Undang-Undang (Perppu) Pilkada langsung. Hal itu dinilai partai yang berlambang Kabah ini sebagai ikhtiar menegakkan demokrasi.
"Partai Persatuan dan Pembangunan merasa bahwa Perppu Pilkada no 1 tahun 2014 karena dapat dipahami secara politis untuk menegakkan demokrasi dan kedaulatan," kata Djan dalam konferensi pers usai Mukernas di Hotel JS Luwansa, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Jumat (12/12/2014).
Oleh karena itu, PPP berharap agar dalam pemilihan umum yang akan datang lebih demokratis dan tidak membuang suara rakyat.
"Mukernas merumuskan bawa pemilihan yang akan datang diharapkan menggunakan sistem yang lebih demokratis dan memperkecil fragmentasi politik," harap Djan.
Menurutnya dengan disajikan kader terbaik dalam pemilihan akan membuat masyarakat lebih bertanggung jawab dan dapat memberikan yang terbail bagi konstituennya.
"Dengan menyodorkan kader terbaik, diharapkan dapat melayani masyarakat dengan baik," tutupnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
Pilihan
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
-
Kebakaran di Gedung Satreskrim Polres Jakarta Barat, 13 Mobil Damkar Dikerahkan
-
90 Menit yang Menentukan! Trump Tak Jadi Pakai Senjata Nuklir ke Iran karena Ditekan?
-
Donald Trump Umumkan Gencatan Senjata Perang Iran Selama Dua Pekan
Terkini
-
Wamen PPPA Soroti Lingkaran Setan Kemiskinan Akibat 'Banyak Anak Banyak Rezeki'
-
Indonesia Sambut Baik Gencatan Senjata Iran dan AS
-
Isu Perombakan Kabinet, Sekjen Partai Golkar Berharap Tidak Ada Kadernya yang Terkena Reshuffle
-
Prabowo Targetkan 3 Tahun Lagi Indonesia Bebas Sampah: Kita Punya Teknologi Buatan Sendiri
-
Lakukan Evaluasi Imbas 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Pemerintah Bakal Tarik Pasukan Perdamaian?
-
Mahasiswa Desak MK Kabulkan Uji Materi UU TNI Terkait Tragedi Andrie Yunus
-
Polemik Kasus Chromebook dan Ancaman Trial by The Press di Era Digital
-
Buronan Interpol dan Bos Mafia Asal Inggris Akhirnya Dideportasi Imigrasi Ngurah Rai
-
Istana Belum Terima Hasil Investigasi PBB Penyebab 3 TNI Gugur di Lebanon
-
Bupati Bekasi Ade Kuswara Klaim Tak Tahu Soal Pembakaran Rumah Saksi dalam Kasus Suap Ijon Proyek