Suara.com - Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat Saan Mustopa mengapresiasi niat Partai Persatuan Pembangunan yang ingin memutuskan berada di luar Koalisi Indonesia Hebat dan Koalisi Merah Putih. PPP tadinya anggota Koalisi Merah Putih, tapi kemudian internal partai tersebut terbelah dan belakangan berdampak pada sikap politik mereka.
"Ya baguslah kalau mau menjadi non blok. Nggak ada masalah itu hak politiknya PPP. Partai kan punya hak dan kepentingan politik masing-masing, kita hanya mengapresiasinya saja," kata Saan usai mengikuti rapat pleno di kantor DPP Partai Demokrat, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Kamis (11/12/2014).
Anggota Komisi II DPR itu berharap keputusan tersebut betul-betul dilakukan untuk menyeimbangkan kebijakan pemerintah, bukan karena kepentingan perebutan kursi.
"Orientasinya jangan pada kursi dong. Kita kan menjadi penyeimbang supaya bangsa ini tetap pada track yang benar," katanya.
Saan mengatakan keberadaan Koalisi Indonesia Hebat dan Koalisi Merah Putih di DPR untuk saat ini masih dibutuhkan. Dengan demikian, ada keseimbangan bagi segala kebijakan yang dijalankan eksekutif.
"Ngak masalah, itu diperlukan untuk menjaga check and balances dengan pemerintah," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Ketat Tentara Usai Polisi Geledah Kafe deClan Signature
Pilihan
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
-
Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
-
Bantah Isu TNI 'Serbu' Polda Metro Usai Ramai Kasus Jampidsus, Kapuspen: Waspada Provokator!
Terkini
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
Jaksa KPK Tuntut Abdul Wahid 8,5 Tahun Penjara dan Uang Pengganti Rp1,45 Miliar
-
Sekjen ASEAN Serukan Indo-Pasifik yang Terbuka dan Inklusif di Tengah Memanasnya Geopolitik
-
Kejari Jakbar Sita Uang Rp5,19 Miliar dari Kasus Korupsi Pembebasan Lahan Srengseng
-
Bahlil Lahadalia Siap Buka Data untuk Penyidikan Dugaan Korupsi Pasokan Batu Bara PLTU
-
BEM SI Dukung Pengusutan Dugaan Korupsi oleh Kortastipidkor Polri, Minta Tak Ada Intervensi
-
Kejagung Tepis Isu TNI Jaga Jampidsus Febrie Adriansyah Karena Ditarget Polri
-
TNI Jaga Rumah Jampidsus Febrie Ancam Supremasi Sipil dan Independensi Hukum
-
Kejagung Tegaskan Surat Edaran Jamintel soal Kewaspadaan Tak Terkait Penggeledahan Polri
-
Bukan Balas Dendam dan Politik! Polri Harus Profesional Usut Kasus Korupsi yang Seret Jampidsus