Suara.com - Presiden Joko Widodo berjanji kepada warga di Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, kalau Pasar Phara akan selesai dibangun dalam setahun, tepatnya awal Januari 2016.
"Pasar ini akan dibangun selama satu tahun. Jadi awal tahun depan (2016) sudah jadi pasar ini," kata Jokowi kepada pedagang dan warga di Pasar Phara Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Sabtu (27/12/2014).
Jokowi sekaligus meminta kepada Gubernur Papua Lukas Enembe dan Bupati Jayapura Mathiusa Awaitauw agar memperhatikan kelancaran pembangunan pasar yang merupakan janji politiknya pada saat mencalonkan diri sebagar presiden pada musim kampanye 2014.
"Nanti, mama-mama pedagang tolong awasi yah pembangunan ini. Supaya cepat dibangun fisiknya," katanya.
"Kalau pasar ini tidak selesai tepat waktu, saya tidak jadi tahun baru (2016) di sini lagi. Tolong bapak gubernur dan bapak bupati mendengar hal ini," katanya.
Jokowi juga berjanji usai pasar dibangun, para pedagang terutama mama-mama pedagang asli Papua akan diberi pelatihan manajemen tentang bagaimana berjualan dan akan diberi modal.
"Jangan nanti, setelah dilatih dan diberi modal, dibeli televisi," kata Presiden Jokowi, disambut tawa oleh para warga dan pedagang dipasar itu.
Presiden Jokowi bersama Ibu Negara Iriana Jokowi serta rombongan tiba di Bandara Udara Sentani, Kabupaten Jayapura sekitar pukul 14.34 WIT.
Gubernur Papua Lukas Enembe, Pangdam XII/Cenderawasih Mayjen TNI Fransen G Siahaan, Kapolda Papua Irjen Pol Yotje Mende dan Ketua DPR Papua Yunus Wonda langsung menjemput di Bandara Udara Sentani. (Antara)
Berita Terkait
-
Misteri Status Jampidsus Febrie: Bukti Disebut Cukup, Tapi Terbentur Tembok Kekuasaan?
-
Dulu Diandalkan, Sekarang Jadi Ancaman, Mengapa Jokowi Disebut Cemas dengan Jampidsus Febrie?
-
Putusan Praperadilan Jilid II Digelar 20 Juli! Roy Suryo Bakal Menang Lagi Lawan Jokowi?
-
Takziah ke Rumah Duka, Jokowi Kenang Sosok Rachmat Gobel: Menteri yang Bekerja Keras
-
Bia dan Kapak Batu: Potret Gagap Modernitas di Balik Adat Pedalaman Papua
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- JK Jadi Tersangka Korupsi Ekspor Logam Tanah Jarang, Langsung Ditahan Kejagung
Pilihan
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
-
Bikin Melongo! Polri Pamerkan 74 Kg Emas hingga Ratusan Miliar Hasil Sitaan Kasus Jampidsus
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
Terkini
-
Open House Sekolah Rakyat di Lombok Barat, Gus Ipul: Siswa Tunjukkan Banyak Perubahan
-
Drama Putri Mandalika Berbahasa Inggris Meriahkan Open House Sekolah Rakyat Lombok
-
Mendagri Minta Pemda Akselerasi Program BSPS, Target 400 Ribu Rumah
-
Pimpinan Ponpes Tak Ditahan Meski Jadi Tersangka Kasus Santri Terbakar, Polisi Buka Suara
-
Pengakuan Negara Belum Cukup, Hak Penghayat Kepercayaan Masih Jadi PR Pemerintah
-
Dari Dugaan Korupsi hingga Blackout Sumatera, Polri Temukan Harta Bernilai Rp543 Miliar
-
Bikin Melongo! Polri Pamerkan 74 Kg Emas hingga Ratusan Miliar Hasil Sitaan Kasus Jampidsus
-
ICW Bakal Lapor KPK: Stop Potensi Korupsi Mobil Kopdes Merah Putih Rp5,5 T Sebelum Terlambat!
-
Resmikan 5 Bendungan Rp9,79 Triliun, Prabowo Bidik Ketahanan Pangan hingga Energi
-
Misteri Status Jampidsus Febrie: Bukti Disebut Cukup, Tapi Terbentur Tembok Kekuasaan?