- Pemerintah menegaskan proyek lumbung pangan di Wanam, Papua Selatan, tidak berkaitan dengan narasi film mengenai masyarakat adat.
- Proyek strategis nasional ini bertujuan memperkuat ketahanan pangan nasional melalui pengembangan satu juta hektare lahan sawah baru.
- Progres pembangunan fasilitas penunjang di Wanam berjalan signifikan dan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat setempat.
Suara.com - Proyek Strategis Nasional (PSN) lumbung pangan di Wanam, Merauke, Papua Selatan, dipastikan tidak memiliki keterkaitan dengan film yang belakangan ramai diperbincangkan publik.
Pemerintah dan pengamat menegaskan proyek tersebut harus tetap dilanjutkan sebagai bagian dari agenda besar ketahanan pangan nasional.
Film karya Dandhy Laksono dan Cypri Paju Dale sebelumnya menyoroti isu masyarakat adat di Papua Selatan terkait ruang hidup dan hutan adat.
Namun pihak terkait menegaskan bahwa lokasi yang ditampilkan dalam film tersebut bukan berada di kawasan PSN Wanam yang tengah dikembangkan sebagai lumbung pangan satu juta hektare.
Direktur Indonesia Political Review (IPR), Iwan Setiawan, menilai proyek cetak sawah di Wanam bersifat strategis di tengah tantangan pangan global.
Ia menyebut ketahanan pangan menjadi isu krusial yang harus diantisipasi sejak dini.
“Menurut saya kebijakan PSN Wanam ini cukup visioner, karena ke depan negara-negara global akan fokus pada isu pangan. Kalau Indonesia sampai defisit pangan, itu justru lebih berbahaya,” ujar Iwan.
Ia menjelaskan, program tersebut ditujukan untuk memperkuat kemandirian pangan nasional melalui peningkatan produksi beras, penciptaan lapangan kerja di pedesaan, hingga peningkatan pendapatan petani. Menurutnya, lahan tidak produktif dapat dioptimalkan menjadi kawasan produksi yang bernilai ekonomi.
Terkait kritik yang muncul, Iwan menegaskan kebebasan berekspresi tetap harus dihormati. Namun ia mengingatkan agar tidak digunakan untuk membangun narasi yang menyesatkan atau bermuatan agenda tertentu.
Baca Juga: Musamus, Arsitektur Alam Papua yang Terancam Ekspansi Proyek Besar
“Soal kritik dalam karya film itu bagian dari demokrasi. Tapi tidak boleh digunakan untuk delegitimasi atau agenda politik terselubung,” tegasnya.
Ia juga menyebut pemerintah telah memiliki kajian lingkungan serta regulasi yang mengatur pelaksanaan proyek berskala besar tersebut. Karena itu, pelaksanaan PSN Wanam dinilai tetap berada dalam koridor hukum yang berlaku.
“Di tengah tekanan global saat ini, kita perlu membangun optimisme, bukan provokasi,” tambahnya.
Di lapangan, PSN Wanam dilaporkan menunjukkan perkembangan signifikan dengan sejumlah fasilitas utama yang telah rampung. Proyek ini juga mulai memberikan dampak sosial bagi masyarakat sekitar.
Salah satu warga Papua, Tarsan Balagaize, mengaku merasakan manfaat langsung dari pembangunan tersebut. Ia menilai proyek ini membuka harapan baru bagi kesejahteraan masyarakat lokal.
“Kami harus bersyukur karena kapan lagi kami bisa menerima ini. Ini bukan hanya untuk kami, tapi juga untuk anak cucu,” ujarnya, Kamis (14/5/2026).
Berita Terkait
-
Musamus, Arsitektur Alam Papua yang Terancam Ekspansi Proyek Besar
-
Ketum TP PKK Tekankan Peran Strategis PKK dan Posyandu di Papua Selatan
-
Hadirkan Raisa hingga Yura Yunita, Pagelaran Sabang Merauke 2026 Siap Guncang Indonesia Arena!
-
CELIOS: Ambisi Biofuel Bisa Korbankan Kedaulatan Pangan di Papua
-
Belajar dari Kisah Bocah Merauke Bernama Libo: 5 Cara Sederhana Menumbuhkan Jiwa Sosial Sejak Dini
Terpopuler
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- Petinggi FPI Novel Bamukmin Ditunjuk Jadi Komisaris Hotel Indonesia Natour
- 'Daripada Liburan Mending Melawan', Ibu-ibu di Jogja Geruduk Bundaran UGM Gugat Kebijakan Korup
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Running Asics Diskon di Sports Station, Potongan Harga hingga 64 Persen
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Ribuan Pelayat Ayatollah Khamenei Kibarkan Bendera Merah, Serukan Balas Dendam
-
Bukan Kurang Bagus, Cak Imin: Brand Lokal Sulit Mendunia karena Pintu Tertutup
-
Gagal Kabur! Polisi Sikat 4 Remaja Pembawa Celurit Saat Bubarkan Tawuran di Cengkareng
-
Spesifikasi Pesawat Sukhoi Su-35 Milik Iran yang Disiapkan Oleh Rusia
-
Gunung Anak Krakatau Siaga, Badan Geologi: Isu Tsunami Hoaks, Warga Banten-Lampung Harap Tenang
-
LPDP Tambah 14 Kampus Top Dunia Khusus STEM, Ada NUS Hingga UCLA!
-
Jangan Tertipu! Video Erupsi Anak Krakatau Itu Hoaks, Ini Radius Bahaya yang Sebenarnya
-
Teror Drone Granat Sasar Pengacara di Tangsel, Pelaku Beri Pesan: Ini Baru Permulaan!
-
'Emang Kenapa Kalo Gue Tampol?' Identitas Pria Arogan di Jagakarsa Terkuak, Polisi Buru Pelaku
-
Sengketa Lahan Berujung Teror! Rumah Advokat Sulardi Dilempar Molotov, Pelaku Terekam CCTV