Suara.com - Keluarga korban hilangnya pesawat Adam Air 1 Januari 2007 lalu, ikut mendoakan korban AirAsia QZ8501 dan meminta agar keluarga yang ditinggalkan tetap tabah untuk menghadapinya cobaan ini.
Muzlina Said, salah seorang isteri korban dari jatuhnya pesawat Adam Air di perairan Mamuju Sulawesi Barat 1 januari 2007, Rabu, mengatakan jatuhnya pesawat AirAsia QZ8501 di perairan Selat Karimata, Minggu (28/12/2014) lalu, mengingatkannya pada tragedi yang menimpanya delapan tahun lalu. Ia mengingat saat mendapat informasi musibah tersebut pada 1 Januari 2007 lalu, dan hingga saat ini korban penumpang yang berjumlah 102 tidak ditemukan.
"Saya waktu mendengar infomasi tentang jatuhnya Adam Air dan salah satu penumpang adalah suami, pikiran menjadi kalut dan tidak menentu lagi," kata Muzlina.
Yang bisa dilakukan saat itu adalah pasrah dan terus memanjatkan doa. Namun dengan ditemukannya lokais jatuhnya AirAsia QZ 8501 ada harapan jenazah para korban dapat ditemukan semuanya, sehingga nantinya keluarga bisa ziarah ke kuburanya. Berbeda dengan korban Adam Air yang hingga saat ini tidak ditemukan.
Utami Tangahu salah seorang anak korban jatuhnya pesawat Adam Air juga menyarankan hal sama. Menunggu sambil berdoa, adalah cara terbaik agar upaya pencarian yang sedang dilakukan segera berhasil menemukan seluruh penumpang dan awak pesawat.
"Saya bersama keluarga maklum dengan situasi dan kondisi keluarga pesawat AirAsia yang jatuh, dan berdoa agar selalu diberi kekuatan iman daam menghadapi cobaan ini," kata Utami.
Dia juga mengharapkan, agar ke depan nantinya seluruh maskapai penerbangan senantiasa mengusahakan yang terbaik untuk keselamatan para penumpang.
"Insiden ini sudah terjadi maka harus diambil hikmahnya untuk selanjutnya dilakukan pembenahan agar dunia penerbangan Indonesia makin baik," kata Utami. (Antara)
Berita Terkait
-
Bandara Ahmad Yani Semarang Kembali Buka Rute Internasional
-
Profil Ryan Harris, Keponakan Mantan Bos Air Asia yang Viral Gelar Royal Wedding Rp75 M
-
Ini Sumber Kekayaan Ryan Harris, Pantas Sanggup Undang Brian Eks Westlife dan Artis Mancanegara ke Nikahannya
-
Anak CEO Air Asia Pamer Jam Tangan Mewah Rp6 Miliar, Sebelum Gelar Pernikahan Fantastis Rp75 Miliar
-
Profil Gwen Asley: Anak Pengusaha yang Nikahi Anak CEO Air Asia dengan Biaya Rp 75 miliar
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Misteri Formasi Tak Lazim Drone Iran, Kesaksian Pilot F-15 Bikin Geger
-
Wacana Ekspor Satu Pintu Dinilai Berpotensi Perkuat Posisi Indonesia di Tengah Persaingan Global
-
Warga Sipiongot Senang Karena Jalan Diaspal Setelah Puluhan Tahun
-
Skandal Korupsi Kuota Haji: KPK Cecar Eks Dirjen PHU Hilman Latief Soal Modus Bagi-bagi 50 Persen
-
Masuk RS Polri Gegara Sakit Saluran Pencernaan! Penahanan Gus Yaqut Dibantarkan
-
Eks Plt Direktur PU Ditahan! Terima Suap BUMN dan Rekayasa Proyek Fiktif Rp16 Miliar
-
3 Tahun dalam Penyiksaan: Bagaimana Penyekapan YTR Bisa Luput dari Pantauan Sekitar?
-
Sasaran Turis Bali! 18 Kg Ganja Asal Amerika-Rusia Diselundupkan Lewat Trik Kompartemen Koper
-
Ditanya Nyesal Ikut Pilpres 2024, Anies Balik Tanya Publik: NyeseI Tak Memilih Saya?
-
Usut Dalang Pembagian Kuota Haji 50:50, Eks Dirjen PHU Kemenag Dicecar KPK