Suara.com - Tim Search and Rescue gabungan kembali menemukan satu jenazah korban pesawat Airasia QZ8501 yang jatuh di perairan Kalimantan Tengah, Rabu (7/1/2015) pagi.
Dari data awal, jenazah ditemukan di area II pencarian yang berjarak 144 nautica mile (nm) atau berkisar 260 kilometer dari Pangkalan Udara (Lanud) Iskandar, Pangkalan Bun.
"Kami baru diinstruksikan untuk melakukan penjemputan ke sana. Kapal tagboat swasta yang menemukan. Kami sedang melakukan persiapan untuk penjemputan," kata Kapten Penerbang Indra Lessy di Pangkalan Bun.
Rencananya jenazah akan dibawa menggunakan helikopter Super Puma milik TNI Angkatan Udara ke Lanud Iskandar, dan rencananya akan langsung dibawa ke Rumah sakit Sultan Imanudin.
"Koordinatnya di 04.22.81,8 LS dan 113.22.89,0 BT sekitar 58 mil Selatan Malatayut. Lebih dekat ke arah Banjarmasin," kata Lessy.
Setelah 11 hari masa pencarian jatuhnya pesawat Airasia, telah ditemukan 40 jenasah dan beberapa puing-puing, termasuk di antaranya kursi penumpang maupun pramugari.
Tag
Berita Terkait
-
AirAsia Optimalkan Rute Favorit di Tengah Gejolak Harga Avtur Global
-
Pasar Pengalaman Wisata Diproyeksi Tembus 342 Miliar Dolar, Atraksi Jadi Daya Tarik Baru Traveler
-
Tren Liburan 2025: Dari Lonjakan Pemesanan Hotel hingga Peran Teknologi Booking Cerdas
-
Daftar Maskapai RI yang Pakai Airbus A320
-
Gen Z Malaysia Jatuh Cinta pada Indonesia: Rahasia Promosi Wisata yang Tak Terduga!
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- Berapa Harga Sepatu Lari Ortuseight Ori? Ini 5 Pilihan Bagus untuk Daily Run
Pilihan
Terkini
-
Pramono Anung Berharap Shin Tae-yong Beri Kado Juara di HUT ke-500 Jakarta
-
Anak Sony Sonjaya Dikabarkan Punya Dapur MBG, Kuasa Hukum: Masalahnya Apa?
-
Larangan Impor Sampah Plastik China Memperburuk Kualitas Udara di Indonesia, Bagaimana Bisa?
-
Opini WTP Perkuat Kualitas Pengelolaan Keuangan Daerah
-
Sempat Mengaku Pasien, WNA asal Vietnam Buka Praktik Dokter Gigi Akhirnya Dideportasi
-
Pemprov Jabar Jadi Pemerintah Daerah Terbaik dalam Penggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting
-
Jelang Dilantik, Mayjen TNI Trenggono Pilih Pensiun Dini Demi Tugas di Badan Gizi Nasional
-
Perkuat Sistem Keamanan, DPRD DKI Dukung Integrasi CCTV Lintas Instansi
-
Siap Bernyanyi! Sony Sanjaya Ajukan JC, Seret 20 Nama Lebih di Kasus Korupsi MBG
-
Terkuak! Ada Retakan Bawah Tanah Sedalam 20 Meter di Balik Teror Api Sleman