Suara.com - Siang tadi, Kamis (8/1/2015), sejumlah tukang ojek yang menamakan diri Front Transportasi Jakarta demonstrasi di depan kantor Balai Kota Jakarta untuk protes rencana Gubernur Basuki Tjahaja Purnama memperluas zona larangan sepeda motor.
Menanggapi hal itu, Ahok santai saja. "Ojek sebelah mana? Ya lewat belakang. Makanya tergantung, kalo gitu bus-bus bisa teriak dong, gara-gara macet rugi berapa triliun ya kan?"
Mantan Bupati Belitung Timur itu menilai tak ada alasan bagi tukang ojek untuk menolak kebijakan tersebut. Kalau alasan mereka karena ekonomi, bukankah pemerintah Jakarta sudah memberikan Kartu Jakarta Sehat dan Kartu Jakarta Pintar.
"Pokoknya saya garansi kalau anakmu sakit saya kasih KJP, iya kan? Kalau dia sakit bayar lapor sama saya. Jadi anda butuh duit apa lagi sekarang? Jadi gak usah alasan macam-macam, kalau mau pengen ini, pengen ini mah ya nggak usah kerja," kata Ahok.
Dalam demonstrasi tadi, tukang ojek bernama Didi mengatakan kebijakan larangan motor merugikan tukang ojek dan menguntungkan orang kaya.
"Kita sebagai rakyat semakin merugi, yang diuntungkan para kapitalis pengelola parkir. Kalau seperti ini nanti gimana nasib kami," kata tukang ojek di sekitar halte Tosari, Jalan Sudirman.
Kata Didi, selama uji coba larangan di sepanjang Jalan Thamrin-Medan Merdeka Barat sejak 17 Desember 2014 saja sudah merugikan banyak tukang ojek, apalagi kalau sampai waktunya diperpanjang dan diperluas sampai Blok M.
"Kami bayar pajak, pajaknya itu dipakai untuk bayar gaji Ahok (Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama) dan pejabat-pejabat lainnya. Sekarang lahan untuk dapat uang agar kami bayar pajak dirampas," kata Jamhuri, tukang ojek di Stasiun Sudirman.
Bahkan, ada tukang ojek yang mengatakan akan menjadi pencopet kalau sampai tidak bisa mencari uang lewat penyedia jasa ojek.
Berita Terkait
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
Terkini
-
Bukan Buang Duit, Ini Alasan Sewa Mobil Dinas Tangsel Lebih Hemat Ketimbang Beli
-
Kapolri Temui Jaksa Agung dan Panglima TNI, Redam Friksi Kasus Febrie Adriansyah
-
Terungkap! Motif Siswa Padang Ledakkan Bom, Dendam Dibully Sejak SD
-
Adian Napitupulu Terima Buku Anotasi KUHAP, Ini Fungsinya
-
Tragedi di Balik Tembok Pesantren: Mengurai Kasus Santri Dibakar di Lombok
-
Bupati Mojokerto Berangkatkan 30 Siswa Sekolah Rakyat ke Kediri untuk Tahun Ajaran 2026/2027
-
Rugikan Masyarakat, Gubsu Bobby Minta Pertamina Bereskan Persoalan Distribusi BBM Dalam Dua Hari
-
Menhut Raja Juli Soal Inpres Gajah: 9 Menteri Wajib Jaga Habitat Nona Seroja dan Bang Domang
-
Legislator PDIP Tegaskan RUU Perampasan Aset Jalan Terus: Kita Geber Sampai Sah!
-
Teror Bom di SD Srengseng, Wakil Ketua Komisi X Desak Polisi Usut Tuntas