Suara.com - Turnamen Yonex Sunrise Malaysia Masters 2015 yang akan berlangsung di Kuching, menjadi ajang perdana yang akan dihadapi tahun ini oleh pasangan ganda putri terbaik Indonesia, Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari. Keduanya pun mengaku siap untuk menghadapi turnamen dengan total hadiah senilai US$120.000 atau sekitar Rp1,5 miliar ini.
"Menghadapi turnamen perdana ini, kita sudah siap ya. Walaupun mungkin kemarin ada libur, tapi sebenarnya kita nggak 100 persen liburan. Kita tetap jaga kondisi dan menjalankan program latihan selama liburan, yang sudah diatur pelatih," ungkap Nitya, menyampaikan kesiapannya untuk turun bertanding, sebagaimana dikutip laman resmi PBSI.
Senada dengan Nitya, Greysia pun turut menyatakan kesiapannya untuk membuka penampilan mereka di tahun 2015 ini dengan hasil terbaik.
"Kondisi kami saat ini dalam keadaan siap. Targetnya tentu mendapat hasil terbaik. Kami ingin menjaga dan terus meningkatkan poin jelang Olimpiade tahun depan. Kalau kami bisa memperoleh hasil maksimal, ini bisa meningkatkan kepercayaan diri kami. Dan ini akan menjadi batu loncatan ke turnamen-turnamen berikutnya," jelas Greysia pula.
Untuk diketahui, ajang Yonex Sunrise Malaysia Masters 2015 akan berlangsung pada tanggal 13-18 Januari 2015 di Stadium Perpaduan, Kuching. Di babak pertama turnamen ini, Greysia/Nitya dijadwalkan berhadapan dengan ganda tuan rumah, Joyce Wai Chi Choong/Yap Cheng Wen. Di atas kertas, Greysia/Nitya yang berada di peringkat delapan dunia, jauh lebih diunggulkan dibanding lawannya yang menduduki urutan ke-106 dunia tersebut. Meski begitu, Greysia/Nitya memastikan akan tetap fokus dan tidak menganggap enteng lawan.
Seperti diketahui pula, pada Desember lalu, Greysia/Nitya harus menutup tahun dengan hasil yang kurang memuaskan. Tampil di ajang BWF Superseries Finals di Dubai, mereka harus mundur di laga perdana lantaran kram kaki yang dialami Nitya di tengah pertandingan.
"Untuk masalah kaki (saya), sekarang sudah oke. Nggak ada masalah lagi," tutur Nitya.
Sementara di ajang ini, selain Greysia/Nitya, Indonesia masih punya delapan pasangan ganda putri lain. Mereka adalah Anggia Shitta Awanda/Ni Ketut Mahadewi, Gebby Ristiyani Imawan/Tiara Rosalia Nuraidah, Pia Zebadiah Bernadet/Rizki Amelia Pradipta, Shendy Puspa Irawati/Vita Marissa, Komala Dewi/Jenna Gozali, Kehsya Nurvita Hanadia/Devi Tika Permatasari, Dian Fitriani/Nadya Melati, serta Apriani Rahayu/Jauza Fadhila Sugiarto. [BadmintonIndonesia.org]
Berita Terkait
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
Pilihan
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
-
Siasat Dadan Hindayana Cs Korupsi MBG: Pakai Yayasan Sendiri, Sedot Miliaran Rupiah Tiap Hari!
-
Momen Unik Penahanan Dadan Cs, Satu Tersangka Tertinggal Mobil Tahanan hingga 'Dikepung' Wartawan
-
Pakai Rompi Pink dan Diborgol, Kejagung Resmi Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Cs
-
Drama 'Penjemputan' Dadan Hindayana Cs, Ada yang Sempat Lari ke Jabar
Terkini
-
Kritik Kunjungan LN Prabowo, Mahfud MD: Terlalu Sering Itu Boros, Produknya Harus Jelas!
-
Detik-detik Wamen Imipas Silmy Karim Serahkan Diri ke KPK, Ajudan Dorong Awak Media
-
Silmy Karim Diburu KPK, Menteri Imipas Angkat Bicara
-
Megawati Bakal Terima Penghargaan dari Timor Leste, PDIP Jajaki Kerja Sama Strategis
-
Prabowo ke Petugas MBG: Tak Mau Bekerja Baik, Silakan Minggir!
-
Dadan Hindayana Ditahan, Irma Suryani Prihatin DPR Tak Punya Alat Sanksi untuk Mitra Kerja
-
Jabar Raih Penghargaan Terbaik Dalam Anugerah Kearsipan 2026, Bukti Hormati Setiap Jejak Sejarah
-
KPK Sita 7 Mobil hingga Emas dalam OTT Imigrasi Jakbar
-
KPK Ungkap Wamen Imigrasi Silmy Karim Diduga Terlibat Kasus Izin Tinggal WNA
-
Tolak Wacana Rusun, Korban Kebakaran Kemayoran Minta Pemerintah Bantu Bangun Rumah Lagi