Suara.com - Kasus perkosaan yang dialami Sarah Tetley, 26, amat mengerikan. Betapa tidak, di dalam hidupnya, Sarah telah diperkosa lebih dari 300 kali. Tindakan kejahatan itu terjadi saat Sarah terlelap, di dalam kamarnya yang disangka aman.
Pemerkosa Sarah, tak lain adalah suaminya sendiri. Si suami, kerap memperkosa, bahkan menganiaya Sarah, saat dalam keadaan terlelap.
"Awalnya saya bangun dari tidur saya. Saya merasakan sakit di punggung saya. Itu terjadi selama beberapa hari. Dan akhirnya saya mencoba untuk pura-pura tertidur. Dan saya syok, ternyata suami saya memperkosa saya, sambil melakukan penganiayaan," kata Sarah seperti dikutip dari laman news.com.au.
Sarah pun segera melaporkan perbuatan bejat suaminya kepada polisi. Begitu polisi melakukan penyelidikan, Sarah kian terkejut lantaran ditemukan 306 video pemerkosaan yang dilakukan suaminya terhadap dirinya.
"Saya lihat dalam video, dia memperkosa saya dan menyiksa saya kadang dengan menggunakan perabotan rumah. Saya yakin saya dibius karena tidak pernah merasakan diperkosa," ujarnya.
"Di beberapa video saya tampak tidak bergerak, terlihat seperti mati. Itu sangat menakutkan," lanjutnya.
Saat ini, suami Sarah telah dibui untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Aksi Sarah melaporkan tindakan suaminya mendapat pujian sejumlah pihak. Sarah pun dicap perempuan bermental baja karena berani melakukan tindakan tersebut.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan
-
Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka