Suara.com - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Abraham Samad mengungkapkan kasus dugaan suap dan gratifikasi yang menjerat calon Kapolri Komisaris Jenderal Polisi Budi Gunawan mencapai miliaran rupiah.
"Jadi miliaran, bukan ratusan juta," ujar Samad di gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (15/1/2015).
Namun, Abraham mengatakan untuk saat ini belum mau mengungkapkan rinciannya kepada publik.
"Kita belum mau sampaikan ke depan publik, tapi kita sudah tahu berapa jumlahnya, supaya tidak mengganggu proses penyidikan untuk sementara kita belum buka di publik," katanya.
Abraham mengatakan berkomitmen untuk menuntaskan kasus Budi Gunawan sebelum empat pimpinan KPK mengakhiri masa tugas.
"Insya Allah, kita berkomitmen karena ini masa akhir tugas kita ya berempat, maka kita berkonsentrasi untuk menyelesaikan kasus ini sebelum masa kepemimpinan berakhir," katanya.
Seperti diketahui, KPK telah menetapkan Budi menjadi tersangka dugaan suap dan gratifikasi atas transaksi mencurigakan di rekeningnya. Budi tak lain adalah calon tunggal Kapolri yang dipilih oleh Presiden Jokowi. Budi sudah lama masuk radar KPK dan kasusnya sudah diselidiki sejak Juli 2014.
Budi dijerat dengan Pasal 12 huruf a atau b, Pasal 5 ayat 2, dan Pasal 11 atau 12 B Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.
Budi menegaskan bahwa tidak ada transaksi mencurigakan di rekeningnya. Transaksi yang dianggap KPK mencurigakan, katanya, adalah transaksi bisnis keluarga dengan kreditor. Dari hasil penyelidikan Bareskrim Mabes Polri, katanya, membuktikan hartanya bersih dari pelanggaran hukum.
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
-
Kisah Petani Gurem, Dihantui Pangan Murah Rendah Gizi
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
Terkini
-
Dapat Restu Prabowo, Gedung Bekas Kedubes Inggris di Bundaran HI Disiapkan Jadi Pusat Lembaga Umat
-
Sentil Upaya Pembungkaman, Hasto: Jangan Takut Suarakan Kebenaran Demi Kemanusiaan
-
PAN Beri Sinyal Dukung Prabowo Dua Periode, Zulhas: Realisasikan Program 5 Tahun Nggak Cukup
-
KPAI Ingatkan Bahaya Grooming Berkedok Konten, Desak RUU Pengasuhan Anak Segera Disahkan!
-
Wabup Klaten Benny Wafat di Usia 33 Tahun, Sudaryono: Kepergiannya Kehilangan Besar Bagi Gerindra
-
Wamendagri Wiyagus Tekankan Sinergi Daerah Sukseskan MBG dan Kopdeskel Merah Putih
-
Program Makan Bergizi Tetap Jalan Selama Ramadan, BGN Siapkan Empat Skema Pelayanan Ini!
-
Optimalkan Rp500 Triliun, Prabowo Segera Resmikan Lembaga Pengelolaan Dana Umat
-
Prabowo Siapkan Lahan di Bundaran HI untuk Gedung MUI hingga Ormas Islam, Dibangun 40 Lantai!
-
Ditjenpas Pindahkan 241 Napi High Risk ke Nusakambangan, Total Tembus 2.189 Orang!