Suara.com - Wakil Ketua DPR Fadli Zon menyarankan kepada Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad untuk berkata jujur terkait dengan isu-isu yang dilemparkan sejumlah pihak terhadapnya.
"Saya pikir Abraham Samad berada pada posisi harus jujur apa yang terjadi sebenarnya. Jangan berbohong. Bila yang bersangkutan berbohong artinya mempertinggi tempat jatuh," kata Fadli Zon di Jakarta, Kamis (5/2/2015).
Fadli mengatakan Komisi III DPR telah meminta keterangan dari Plt Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristyanto dan sejumlah pihak. Dia mengakui perkembangan yang terjadi semakin rumit.
Dalam audiensi dengan Komisi III kemarin, Rabu (4/2/2015), Hasto membeberkan beberapa kali pertemuan antara Ketua KPK Abraham Samad dan elit PDI Perjuangan menjelang Pemilu Presiden 2014.
"Saya datang ke DPR RI sebagai pribadi dan bukan sebagai Plt Sekjen DPP PDI Perjuangan, atas undangan Komisi III untuk menyampaikan kebenaran di atas kebenaran," kata Hasto Kristiyanto saat itu.
Menurut Hasto, dirinya memenuhi undangan Komisi III DPR RI guna menjalankan fungsi pengawasan. Atas dasar beberapa hal penyalahgunaan kewenangan dan pelanggaran yang dilakukan oleh Ketua KPK.
Hasto menjelaskan bahwa menjelang Pemilu 2014, Ketua KPK Abraham Samad beberapa kali melakukan pertemuan dengan pimpinan PDI Perjuangan.
Pertemuan-pertemuan tersebut, kata dia, antara lain di sebuah apartemen, di rumah Abraham Samad, di bandara, dan di hotel.
Hasto juga mengatakan bahwa partainya tidak pernah membuat komitmen untuk mengusung Abraham Samad sebagai calon wakil presiden pada Pemilu Presiden 2014. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
- Tak Terima Dideportasi, WNA Cina di Sumsel Bongkar Dugaan Kejanggalan Proses Imigrasi
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- 5 Rekomendasi HP All Rounder 2026, Spek Canggih, Harga Mulai 2 Jutaan
Pilihan
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
Terkini
-
BNI Ingatkan Nasabah Waspadai Vishing dan Phishing, Tekankan Pentingnya Jaga Data Pribadi
-
AHY Dorong Model Penataan Kampung Mrican Sleman Jadi Percontohan Nasional
-
Benyamin Netanyahu Menderita Kanker Prostat
-
Nekat Olah Ikan Sapu-Sapu untuk Bahan Siomay, 5 Pria Diciduk Petugas Satpol PP
-
Tak Percaya Peradilan Militer, Pihak Andrie Yunus Tolak Hadiri Persidangan 29 April
-
Modus Gila Debt Collector Tipu Ambulans dan Damkar Demi Tagih Utang, DPR: Harus Dipidana!
-
Isu Kas Negara Menipis Dibantah, Menkeu: Uang Kita Masih Banyak!
-
J.J Rizal Soroti Warisan Soeharto, Sebut Aktor Lama Masih Dominan
-
Klarifikasi JK Soal Ceramah UGM Dianggap Tak Nyambung, GAMKI Tegaskan Laporan Polisi Tetap Lanjut
-
Lawan Stigma, Cerita Karyawan Difabel Pabrik HS: Dari Korban Bully Jadi Mandiri