Suara.com - Di hari ke 41, tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Timur berhasil mengidentifikasi satu korban AirAsia QZ8501.
Ketua tim DVI Polda Jawa Timur, Kombes Pol Budiyono mengatakan, korban yang berhasil diidentifikasi bernama Inggrit Jesica Winata, 9 tahun, perempuan, warga Surabaya. Jesica adalah korban dengan label B069.
Jenazah Jesica berhasil dikenali dengan menggunakan metode primer, yakni tes DNA antara jenazah dengan sisir rambut pribadinya. Selain itu, metode antropologi seperti jenis kelamin, tinggi badan dan usia juga ikut mendukung proses identifikasi jenazah Jesica.
"Setelah melalui rapat rekonsiliasi dari hasil analisa DNA dan metode antropologi, jenazah dengan label B069 tidak terbantahkan adalah Inggrit Jesica Winata," ujar Budiyono, Jumat (6/2/2015).
Budiyono menambahkan, dengan berhasil diidentifikasinya jenazah Jesica, total sudah 68 korban AirAsia dan 1 potongan non human (manusia) yang telah berhasil diidentifikasi. Seluruh korban yang berhasil diidentifikasi itu semuanya sudah diserahkan ke pihak keluarga.
Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya sampai saat ini sudah menerima 93 korban AirAsia. Dari jumlah itu, 3 diantaranya hanya berupa potongan tubuh atau yang tidak lengkap anggota tubuhnya.
Sampai saat ini, masih ada 24 body dan body parts (potongan tubuh) yang masih ada di RS Bhayangkara dan menjalani proses identifikasi. (Yovie Wicaksono)
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
8 Fakta Kecelakaan Maut Bus ALS vs Truk BBM di Muratara, 16 Orang Tewas Terbakar
-
6 Fakta Kebakaran Rumah di Tanjung Barat yang Tewaskan Anggota BPK Haerul Saleh
-
Dapat Salam dari Gus Yaqut yang Ditahan KPK, Begini Respons Mensos Gus Ipul
-
DPR Dukung Usulan Blacklist Pelaku Politik Uang di Revisi UU Pemilu
-
Viral! Akun Ini 'Ramal' Kemunculan Hantavirus di 2026 pada Juni 2022, Kok Bisa?
-
Persija Mengungsi ke Samarinda saat Lawan Persib, Milad GRIB Jaya di Senayan Dihadiri 20 Ribu Orang
-
Jaga Wilayah Kelola Adat, UNDP Gandeng GEF-SGP Buka Proposal Hibah ICCA-GSI Phase 2
-
Ancaman Hantavirus! 3 Warga Kanada Dikarantina Usai Wabah Renggut 3 Nyawa di MV Hondius
-
Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar MV Hondius Picu Kewaspadaan, 3 Penumpang Dilaporkan Meninggal
-
Kasus Korupsi Haji Belum Rampung, Penahanan Gus Yaqut Diperpanjang 30 Hari