Suara.com - Pernyataan Pelaksana Tugas (Plt) Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto di hadapan Komisi III DPR, Rabu (4/2/2015) menjadi alat bukti sidang praperadilan calon Kapolri Budi Gunawan. Saat itu Hasto mengatakan ada motif dendam Ketua KPK Abraham Samad dalam penetapan tersangka Budi.
Hasto menyatakan pernyataannya itu dimasukkan ke dokumen bukti oleh kuasa hukum BG dalam praperadilan di Pengadilan Negeri Jaksel, Selasa (10/2/2015) siang.
"Di sidang ini mereka (tim kuasa hukum BG) akan pakai pernyataan yang saya sampaikan di Komisi III sebagai alat bukti," kata Hasto di PN Jaksel.
Hasto menyatakan siap untuk mempertanggung jawabkan pernyataannya yang menyerang KPK tersebut secara hukum. Ia mengklaim, pernyataannya itu sengaja diumbar ke publik.
"Pernyataan yang saya sampaikan di Komisi III itu saya pertanggungjawabkan di mata hukum dan Tuhan," tandasnya.
Hasto ini juga yang membeberkan pertemuan antara Ketua KPK Abraham Samad dengan politisi PDIP saat Pilpres 2014 kemarin. Hasto menuduh Samad melobi PDIP untuk didapuk sebagai calon wakil presiden mendampingi Joko Widodo.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Siasat Licin Bandar Narkoba di Depok: Simpan Sabu di Dalam Ban, Berakhir di Tangan Polisi
-
Curah Hujan Tinggi Picu Banjir di Kolaka, 188 Rumah Warga Terdampak
-
Wanti-wanti Komisi X DPR: Kebijakan Guru Non-ASN Jangan Lumpuhkan Pendidikan
-
Fakta-fakta Pelarian Kiai Ashari Pati, Kabur ke Jakarta hingga Bogor dan Berakhir di Wonogiri
-
Teka-teki 2 PRT Benhil Lompat dari Lantai 4, Polisi Sebut Belum Temukan Tindak Kekerasan Fisik
-
Tolak RUU Pemilu Jadi Inisiatif Pemerintah, PDIP: Sama Saja Menyerahkan Nyawa Partai ke Kekuasaan
-
Temukan Ancaman hingga Upaya Damai, LPSK Perkuat Perlindungan Korban Kekerasan Seksual di Pati
-
Kemnaker Perkuat Dunia Kerja Inklusif Melalui Pendampingan Penyerapan Tenaga Kerja Disabilitas
-
Terungkap! Taksi Green SM yang Mogok di Rel Bekasi Timur Ternyata Terlambat Servis Hingga 9.000 KM
-
Polisi Ungkap Pemicu Kericuhan Wisatawan di Pantai Wedi Awu, 4 Tersangka Diamankan