Suara.com - Pascaditetapkan menjadi tersangka dugaan kasus korupsi pengadaan empat unit mesin genset Pembangkit Listrik Tenaga Diesel tahun anggaran 2010 yang mengakibatkan negara rugi Rp21 miliar, mantan Bupati Nabire A.P. Youw kini dirawat di ruang ICU RSUD Dok II Jayapura, Papua.
Mantan Bupati Nabire dua periode itu diduga terkena serangan jantung setelah Kejaksaan Tinggi Papua mengeksekusi yang bersangkutan ke Lembaga Pemasyarakatan Klas II A Jayapura, Senin (9/2/2015) kemarin.
“Sejak kemarin kami ajukan surat penangguhan ke kejaksaan, tapi kami pahami kejaksaan menjalankan fungsi penegakan hukum sehingga mengesampingkan permohonan kami. Tapi saat itu beliau memang dalam keadaan sakit. Ada surat rekam medis kok. Semua lengkap,” ungkap kuasa hukum A.P. Youw, Petrus Oheitimur, Selasa (10/2/2015) di Jayapura, Papua.
Menurut Petrus saat dimintai keterangan oleh Kejaksaan, Youw dalam keadaan tidak fit. Namun, untuk menunjukkan jika ia kooperatif, yang bersangkutan tetap memenuhi panggilan penyidik. Namun, Youw saat itu tak menyangka kalau akan ditahan.
“Secara psikologis beliau tertekan. Ketika dibawa ke Rutan beliau mungkin shock. Apalagi beliau sudah dua kali operasi jantung. Dadanya langsung sesak dan sulit bernafas. Namun karena kondisi beliau sakit, pihak LP tak mau ambil resiko. Tim eksekusi kejaksaan melaporkan ke Kajati dan pimpinan mereka memerintahkan membawa ke tahanan Polda,” katanya.
Sebelum ditahan di rutan Polda, kondisi Youw tak kunjung membaik. Ia justru sulit bernafas sehingga dilarikan ke RSUD. Setibanya di RSDU Dok II, anggota DPRD Nabire itu dimasukkan ke ruang ICU, dan dibantu alat rekam jantung.
“Dokter katakan untung cepat dibawa, kalau lambat sedikit akibatnya fatal. Beliau kini di ICU RSUD Dok II. Kami akan pantau kesehatan beliau dalam satu dua hari ini. Kalau memang tak memungkinkan, kami akan menemui Kajati untuk membicarakan hal itu. Kami harap Kajati bisa memperhatikan itu, karena ini menyangkut nyawa manusia,” katanya. (Lidya Salmah)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari APBD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
Iran dan AS Sepakat Damai, Komisi I DPR RI: Israel Jangan Jadi Provokator!
-
PDIP Bongkar Taktik PSI: Bajak Kader demi Besar Instan, Urusan Jokowi Selesai!
-
Selat Hormuz Dibuka Jumat, Pengusaha Kapal Masih Takut Kena Rudal Iran
-
Alasan Tamu Negara Selalu Diajak Berkeliling Istiqlal dan Katedral
-
Donald Trump Kemungkinan Rilis Isi Perjanjian Perdamaian AS - Iran Akhir Pekan Ini
-
Bos Maktour Fuad Hasan Mangkir Lagi di Kasus Haji, KPK: Mana Bukti Medis Kalau Sedang Sakit?
-
Rangkuman Hal Penting Perdamaian Perang Amerika Serikat dan Iran, Apa Saja yang Harus Dipahami?
-
'Saya Memang Tukang Lapor!' Firdaus Oiwobo Polisikan Tyo Eks Ketua BEM UGM Usai Kritik Prabowo
-
Kecelakaan Pesawat Militer AS B-52 Stratofortress, 8 Orang Awak Tewas
-
Bongkar Alasan Geruduk Menteri, SEMA UGM: Mereka Banyak Mengibul dan Khianati Rakyat!