- Serangan AS-Israel picu kepanikan massal dan gelombang pengungsian warga sipil Iran.
- Warga Teheran mulai menimbun makanan dan mengungsi usai serangan rudal mendadak.
- Sikap warga Iran terbelah antara keinginan ganti rezim dan penolakan agresi asing.
Suara.com - Serangan militer yang dilancarkan Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Teheran menyebarkan ketakutan serta kepanikan di seluruh Iran. Warga sipil kini berupaya melakukan berbagai langkah pertahanan mandiri demi mengamankan diri dari ancaman ledakan.
Gelombang pengungsian mulai terlihat saat warga meninggalkan pusat kota menuju daerah yang dianggap lebih aman. Sebagian lainnya memilih untuk menimbun bahan pangan serta mengantre panjang di SPBU guna mengamankan stok bahan bakar.
Kepulan asap tebal terlihat membubung tinggi sesaat setelah rudal pertama menghantam pada Sabtu (28/2/2026) pagi waktu setempat. Situasi semakin kacau ketika para orang tua bergegas menjemput anak-anak mereka dari sekolah dan segera bersiap meninggalkan kediaman masing-masing.
"Kami akan mengungsi ke Yazd karena Teheran sudah tidak aman lagi. Saya meninggalkan seluruh harta benda saya di kota ini," ujar Gholamreza, seorang warga sipil Iran, sebagaimana dikutip dari Reuters.
Badan keamanan tertinggi Iran memprediksi serangan akan terus berlanjut di Teheran serta beberapa kota strategis lainnya. Mereka mendesak masyarakat untuk segera mencari tempat perlindungan yang lebih aman guna menghindari dampak agresi.
Ketakutan serupa dirasakan oleh Minou, seorang ibu di kota Tabriz. Sambil menangis, ia menceritakan keputusasaan yang dialami keluarganya.
"Anak-anak saya gemetar ketakutan. Kami tidak tahu harus pergi ke mana lagi," ucapnya pilu.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa operasi militer ini bertujuan untuk mengakhiri ancaman keamanan bagi Amerika Serikat, sekaligus memberikan peluang bagi rakyat Iran untuk menggulingkan rezim Ali Khamenei.
Tanggapan warga Iran terhadap serangan ini pun terbelah. Seorang warga asal Yazd mengaku mendukung aksi tersebut dengan harapan rezim ulama yang berkuasa sejak 1979 dapat segera jatuh.
Baca Juga: Legenda Liverpool Terjebak di Abu Dhabi, Penerbangan Dibatalkan saat Ledakan Terdengar
"Biarkan saja mereka membom," cetusnya.
Sebaliknya, Samira Mohebbi, warga kota Rasht, menyatakan penolakannya meskipun ia tidak sejalan dengan rezim pemerintahannya. Ia khawatir agresi militer asing hanya akan membawa kehancuran jangka panjang bagi negaranya.
"Saya menentang rezim ini, tetapi saya tidak ingin negara saya diserang pasukan asing. Saya tidak ingin Iran berubah menjadi seperti Irak," tegasnya, merujuk pada konflik berkepanjangan pasca-invasi AS yang menggulingkan Saddam Hussein.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Iran Akui Ayatollah Ali Khamenei Meninggal Dunia, Umumkan Masa Berkabung 40 Hari
-
Iran Bantah Klaim AS dan Israel: Ali Khamenei Masih Hidup!
-
Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
Terkini
-
Sekjen PBB Desak AS-Israel Hentikan Serangan ke Iran, Risiko Perang Regional Sangat Nyata
-
Angkat Tema Energi Berdaulat untuk Indonesia Kuat, PLN Journalist Awards 2025 Apresiasi 18 Karya
-
Drone Iran Hantam Menara Burj Al Arab di Dubai
-
Daftar Penerbangan Bandara Soetta yang Dibatalkan Akibat Perang Iran 1 Maret 2026
-
Iran Akui Ayatollah Ali Khamenei Meninggal Dunia, Umumkan Masa Berkabung 40 Hari
-
Jenderal Iran Dikabarkan Tewas, AS Mulai Operasi Militer Bareng Israel
-
Kemlu Iran: AS dan Israel Mengkhianati Kesepakatan, DK PBB Harus Bergerak
-
Ramadan Ramah Anak di Masjid Sunda Kelapa: Cara Seru Tanamkan Cinta Masjid Sejak Dini
-
Iran Bantah Klaim AS dan Israel: Ali Khamenei Masih Hidup!
-
Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu