Suara.com - Ada banyak cara yang bisa dilakukan dalam mengungkapkan protes terhadap sebuah kebijakan. Namun, yang dilakukan mahasiswa dari kampus UCL ini bisa disebut unik.
Para mahasiswa tersebut setengah telanjang menggunakan topeng dengan logo Shell dan melumuri badan mereka dengan tetesan tebu yang menyerupai minyak.
Setelah itu, mereka melakukan adegan teatrikal pesta seks massal alias orgy. Aksi protes itu dilakukan setelah kampus menjalin kerja sama dengan perusahaan minyak raksasa Shell dan BP.
“Kami melumuri tubuh kami dengan tetesan tebu yang terlihat seperti minyak, memakai topeng dengan logo Shell lalu kami melakukan adegan di mana Shell dan UCL tengah melakukan pesta seks massal,” kata Beth Parkin, salah satu mahasiswi yang melakukan unjuk rasa.
Para mahasiswa tersebut keberatan dengan keputusan universitas untuk melakukan investasi di industri bahan bakar fosil yang tidak ramah lingkungan. Mereka menilai, bahan bakar fosil merupakan penyebab utama dari perubahan iklim.
“Investasi di industri bahan bakar fosil merupakan bukti bahwa kampus tidak menghormati stafnya dan juga masa depan mahasiswa serta sekeliling yang mulai tersiksa akibat dampak dari perubahan iklim. (Metro)
Berita Terkait
-
Heboh Pengakuan Pria yang Pertama Kali Ikut Pesta Seks: Napas Tersengal-sengal Seperti Jogging 5 Kilometer
-
Heboh Pasutri Ikut Pesta Seks di Jaksel, Kenapa Perempuan Nikah Mau Ikut Orgy?
-
Kasus Pesta Seks di Jakarta Selatan Bikin Heboh, Apa Itu Orgy dan Memangnya Berbahaya?
-
Pasutri Ikut Pesta Seks Orgy karena Ngaku Ingin Happy Ending, Kenali Bahayanya
-
Profil 4 Tersangka Pesta Orgy, Ini Peran 'Gila' Mereka Gelar Seks Bebas
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
Terkini
-
Bukan Sekadar Banjir: Auriga Desak KLHK dan KPK Usut Dugaan Korupsi di Balik Perusakan Lahan PT TPL
-
BNI Bersihkan Masjid Darul Aman Pascabanjir di Agam
-
Kritik Tajam ke Prabowo Soal IKN: Politisi PDIP Minta Stop Pembangunan Baru, Fokus Ini!
-
Mahfud MD Sebut Jaksa Tidak Fair dalam Kasus Nadiem Makarim, Ini Alasannya
-
Ini 5 Fakta Kerusakan Hutan di Indonesia yang Jadi Sorotan Dunia
-
Komisi III DPR Perjuangkan Nasib Hakim Ad Hoc dengan Syarat Mutlak Jangan Mogok Sidang
-
KPK Ungkap Istilah Uang Hangus dalam Kasus Gratifikasi Eks Sekjen MPR
-
Sebut Pelaporan Pandji Salah Sasaran, Mahfud MD: Dia Menghibur, Bukan Menghasut!
-
Usut Kasus Haji, KPK Ngaku Sudah Tahu Inisiator Pembakaran Dokumen di Kantor Maktour
-
Sentil Pejabat Perlu Terbiasa Diroasting, Uceng: Kuping Negara Tak Boleh Tipis