Suara.com - Wali Kota Paris, Anne Hidalgo, mengakui bahwa ibu kota Prancis itu sudah punya elemen "hati" untuk mencalonkan diri jadi tuan rumah Olimpiade 2024. Namun begitu, dia menegaskan bahwa masih perlu pertimbangan lebih jauh, terutama setelah sebuah studi kelayakan memperkirakan biayanya akan mencapai 6,2 miliar euro (US$7,05) atau sekitar Rp89,89 triliun.
Paris memang masih memikirkan masak-masak pencalonan itu, terutama setelah kalah bersaing dengan London saat ingin menjadi tuan rumah Olimpiade 2012 lalu. Saat ini, kota-kota lain yang juga disebut tengah mempertimbangkan adalah Istanbul (Turki), Budapest (Hungaria), serta Berlin dan Hamburg (Jerman). Sementara itu, Boston (AS) dan Roma (Italia) sudah mengumumkan pencalonannya.
"Menjadi kandidat (tuan rumah) Olimpiade dan Paralimpiade itu terlalu penting untuk (hanya) didorong oleh antusiasme dan ketergesaan," ujar Hidalgo, di hadapan wartawan saat presentasi hasil studi kelayakan itu di Paris, Kamis (12/2/2015) waktu setempat.
"Saya pernah mengatakannya dan saya akan katakan lagi, ya, ada 'hati' (untuk pencalonan itu), 'hati' itu ada di sini, serta ada alasan, dan alasannya (juga) ada di sini," sambungnya.
Bernard LaPasset, Presiden Komite Olahraga Internasional Prancis yang menyusun laporan itu, menyatakan bahwa keputusannya akan bergantung pada tiga hal utama. Tiga hal itu adalah apakah memang ada keinginan serius dari Paris, apakah ada kemampuan finansial untuk itu, serta apakah ada kemungkinan memenangi pencalonan tersebut.
LaPasset juga menyebut bahwa biaya untuk pembangunan infrastruktur tidak akan terlalu besar, karena Paris sudah punya beberapa venue besar seperti Roland Garros dan Stade de France. Namun pihaknya tetap menghitung biayanya hampir setengah dari total perkiraan biaya, yaitu sebesar 3 miliar euro.
Dana tersebut disebut diperuntukkan bagi pembangunan beberapa hall olahraga baru, renovasi kawasan sekitar venue, serta pembangunan Perkampungan Olimpiade. Menurut LaPasset pula, biaya itu akan dibagi dua secara rata antara anggaran pemerintah dan pendanaan swasta.
Sementara untuk biaya operasioanl, besarnya diperkirakan mencapai 3,2 miliar euro, yang sebanyak 97 persen bakal didanai swasta. Sebanyak 1,85 miliar euro juga disebutkan akan dibantu oleh Komite Olimpiade Internasioal (IOC).
Akan halnya biaya pencalonan Paris sebagai tuan rumah sendiri, jika jadi dilakukan, diperkirakan bakal menghabiskan dana sekitar 60 juta euro (sekitar Rp876 miliar). Untuk diketahui, terakhir kali Paris menggelar Olimpiade (Musim Panas) adalah pada 1924 lalu, sementara Olimpiade Musim Dingin digelar pada 1992 di Albertville (kawasan tenggara Prancis). [Reuters]
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Akun RHB Sekuritas Milik Wadirut Dijebol, Ada Transaksi Janggal 3,6 Juta Saham BOBA
-
Danantara Janji Bangkitkan Saham Blue Chip BUMN Tahun Ini
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
-
Profil Beckham Putra, King Etam Perobek Gawang Persija di Stadion GBLA
Terkini
-
Viral Video Tawuran di Rel Kereta Pekojan Disebut Pakai Senpi, Polisi: Video Lama!
-
Gaya Gibran Curi Perhatian, Makna Tas Noken yang Melingkar di Lehernya Saat Tiba di Papua
-
BPBD DKI Gelontorkan Bantuan Logistik Rp575 Juta bagi Ribuan Pengungsi Banjir di Jakarta Utara
-
Adu Jotos Pedagang Cilok di Kembangan, Korban Alami Luka Parah dan Dilarikan ke RSUD Cengkareng
-
KPK Geledah Kantor Pusat Ditjen Pajak, Usut Korupsi 'Diskon' Pajak Rp60 Miliar
-
Sosiolog USK Sebut Peran Dasco Jadi Titik Balik Percepatan Pemulihan Aceh
-
Usut Kasus Korupsi Haji, KPK Periksa Ketua Bidang Ekonomi PBNU
-
5 Daerah Jakarta Masuk Kategori Siaga Banjir, Pompa Kali Asin Sempat Tembus Level Merah!
-
Jakarta Tenggelam Lagi, Modifikasi Cuma Solusi 'Semu', Infrastruktur Biang Keroknya?
-
Tantangan Rencana Rehabilitasi Pascabencana di Sumut: Banyak Rumah Rusak Tak Masuk Kriteria Bantuan