Suara.com - Ketua Umum Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Wiranto menyatakan bahwa partainya didirikan pada 2006 dengan tujuan melakukan revolusi mental saat kondisi pemerintahan dan perkembangan demokrasi yang cepat serta dinamis.
"Sejarah itu, mengalami perubahan yang sangat signifikan dalam kehidupan masyarakat, terutama di wilayah politik dan pemerintahan," kata Wiranto di sela pembukaan Munas II Hanura di Kota Solo, Jumat (13/2/2015) malam.
Menurut Wiranto, dengan demokrasi yang berlebihan terjadi praktik korupsi, kolosi dan nepotisme (KKN) tumbuh berkembang subur di Indonesia. Mereka mencari keuntungan sesaat dan tidak lagi memedulikan kemajuan bangsa ini.
Oleh karena itu, Partai Hanura yang artinya kejururan dan tidak bisa berbohong tersebut, kata dia, memiliki semangat dengan munculnya gerakan moral untuk meluruskan kembali jalannya demokrasi Indonesia.
"Gerakan moral menuju kebenaran mengubah perilaku para tokoh nasional dan pemimpin untuk masa depan bangsa. Hati nurani merupakan sumber kemuliaan, hal ini yang menjadi pedoman kerja Partai Hanura," katanya.
Menurut Wiranto, dengan cara tersebut Partai Hanura berharap dapat mewarnai dan memberikan sumbangan yang berharga bagi kehidupan berpolitik nasional yang bermartabat.
Wiranto menjelaskan, untuk menjadi Indonesia yang maju bahwa koalisi yang benar yakni koalisi merah putih menuju Indonesia hebat. Partai Hanura belum menjadi partai yang besar, tetapi memiliki cita-cita yang besar.
Meskipun, Partai Hanura harus melawan arus dalam mencapai cita citanya, berlahan tetapi pasti untuk menerobos berbagai kesulitan untuk pembangunan bangsa.
Menurut dia, Hanura dalam mengikuti pemilu sudah dua kali ini, pada 2009 mampu menjadikan kadernya sebanyak 934 orang yang menduduki kursi DPR RI dan DPRD, sedangkan 2014 meningkat menjadi 1.278 orang baik di DPR RI maupun DPRD. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
Terkini
-
Jepang Studi Banding Program MBG di Indonesia
-
Kasus Korupsi LPEI Berkembang, Kejati DKI Tetapkan 4 Tersangka Baru dan Sita Aset Rp566 Miliar
-
Merasa Tak Dihargai, Anggota DPR Semprot Menteri KKP: Kami Seperti 'Kucing Kurap'
-
Korban Bencana Boleh Manfaatkan Kayu Hanyut, Kemenhut Juga Stop Penebangan Hutan
-
Politisi PDIP Ingatkan Prabowo: Jangan Buru-buru Bangun IKN, Siapkan Dulu Ekosistemnya
-
Bukan Sekadar Banjir: Auriga Desak KLHK dan KPK Usut Dugaan Korupsi di Balik Perusakan Lahan PT TPL
-
BNI Bersihkan Masjid Darul Aman Pascabanjir di Agam
-
Kritik Tajam ke Prabowo Soal IKN: Politisi PDIP Minta Stop Pembangunan Baru, Fokus Ini!
-
Mahfud MD Sebut Jaksa Tidak Fair dalam Kasus Nadiem Makarim, Ini Alasannya
-
Ini 5 Fakta Kerusakan Hutan di Indonesia yang Jadi Sorotan Dunia