Suara.com - Pemerintah Indonesia diminta tetap konsisten menegakkan kedaulatan hukum dengan tetap menjalankan eksekusi terhadap dua terpidana mati kasus narkotika warga negara Australia. Sebab, bila tekanan Australia dan imbauan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Ban Ki-moon untuk membatalkan hukuman mati, dituruti, Indonesia akan dianggap masyarakat dunia tidak memiliki kehormatan.
Direktur lembaga riset Populi Center, Usep S Ahyar, mengatakan tidak ingin bicara soal setuju atau tidak setuju dengan hukuman mati, tetapi ia lebih menyoroti soal konteks kedaulatan bangsa Indonesia. "Menurut saya, apa yang dilakukan atau sudah diputuskan, diteruskan saja. Jadi, kita punya kedaulatan, kehormatan, yang tidak bisa dicampuri oleh negara lain," kata Usep kepada suara.com, Minggu (15/2/2015).
Usep menambahkan dari sisi mekanisme hukum, tahapan vonis hukuman mati terhadap dua warga negara Australia tidak ada yang dilanggar, begitu juga dalam konteks penegakan kedaulatan negara.
"Jadi sudah melalui proses-proses yang benar," katanya.
Usep mengatakan sikap konsisten pemerintah akan membuat negara-negara lain segan dengan Indonesia. Sebaliknya, bila gara-gara mendapat tekanan atau lobi dari luar negeri, lalu membatalkan hukuman yang telah diputuskan, dampaknya akan tidak bagus.
"Kalau sedikit-sedikit mau dipengaruhi negara asing, mau diintervensi, lama lama kita tidak punya kehormatan juga. Justru ini saatnya kita membuktikan punya kedaulatan," kata Usep.
Usep mengingatkan selama ini bangsa Indonesia kurang dihargai negara lain karena dinilai mudah dilobi dan diintervensi.
"Bila Jokowi tetap konsisten menurut saya akan baik. Justru kalau tidak konsisten, akan jadi bahan kritikan. Resiko terbesarnya konsistensi Presiden perlu dipertanyakan, Apalagi kemarin sudah dilaksanakan (hukuman mati). Kan, akan dipertanyakan, kenapa Australia tidak. Apa karena tekan-tekanan ini," katanya.
Ia menyontohkan ketika Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti memiliki kebijakan membakar kapal-kapal pencuri asing. Setelah hukuman tersebut ditegakkan, tanggapannya positif.
Lebih jauh, Usep mempertanyakan sikap Australia yang all out membela warganya yang terbukti menjadi penyelundup narkotika ke Indonesia.
"Saya juga tidak tahu kenapa PBB ini, ini harus dipelajari lebih dalam lagi. Kenapa kemudian menyerukan (penghentian hukuman mati terpidana narkoba) itu. Kenapa seperti berpihak kepada Australia, kemudian kelihatan melanggar kedaulatan negara lain. Saya tidak tahu motifnya apa. Kalau diperdalam tentu ada motif," katanya.
Terpopuler
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- Kehabisan Uang Usai Mudik di Jogja, Ratusan Perantau Berburu Program Balik Kerja Gratis
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
- Mobil Alphard Termurah, 100 Jutaan Dapat Tahun Berapa?
Pilihan
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
-
Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres
-
Ogah Terjebak Kemacetan di Pantura, Ratusan Pemudik Motor Pilih Tidur di Kapal Perang TNI AL
-
Sempat Dikira Tidur, Pria di Depan Gedung HNSI Juanda Ternyata Sudah Tak Bernyawa
Terkini
-
Iran Tolak Proposal Trump, Ajukan 5 Syarat Termasuk Ganti Rugi Perang dan Kontrol Selat Hormuz
-
Pulau Terancam Diduduki, Iran Beri Peringatan Keras kepada Negara-Negara Tetangga
-
Krisis PPPK di NTT: 9.000 Pegawai Terancam Putus Kontrak Masal
-
Di Balik Cloud Storage, Ada Biaya Lingkungan yang Harus Kita Bayar
-
Jerman 'Impor' Tenaga Kerja India: Solusi di Tengah Tsunami Pensiun
-
Tak Masalah Dilaporkan ke Dewas KPK, Deputi Penindakan dan Eksekusi: Bentuk Kepedulian Masyarakat
-
Israel Perluas Serangan ke Lebanon, Begini Sejarahnya!
-
Mutasi Kabais Tak Transparan, Imparsial Cium Upaya Putus Rantai Komando di Kasus Andrie Yunus
-
Efek Perang Iran: Kim Jong Un Makin Yakin Nuklir Adalah Kunci Selamat
-
Darurat Panic Buying, Pemerintah Jepang Jamin Pasokan Tisu Aman