Suara.com - Ketua Dewan Pimpinan Pusat Gabungan Pencinta Batu Alam Aceh (GaPBA), Nasrul Sufi, meminta agar pemerintah Kabupaten Nagan Raya membagi rata 20 ton batu giok yang ditemukan di Desa Pante Ara, Nagan Raya, Aceh, kepada warga desa dan para penemunya.
Hal itu, menurut Nasrul agar tidak menimbulkan konflik, menyusul adanya petugas pemda setempat yang kini membelah batu giok raksasa. Batu dipotong dengan menggunakan enam mesin dan melibatkan puluhan warga setempat.
"Jangan semua diambil Pemerintah. Yang menemukan diberikan, masyarakat diberikan dan jangan ribut-ribut, bagi sama rata.Karena kalau tidak ditemukan oleh masyarakat, pemerintah kan juga tidak tau," kata Nasrul saat dihubungi suara.com, Kamis (26/2/2015).
Giok seberat 20 ton yang ditemukan Usman (45 tahun), warga Desa Pante Ara, sejak Sabtu, 21 Februari mulai di belah oleh Pemerintah Kabupaten setempat.
Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Nagan Raya, Samsul Kamal mengatakan pembelahan dilakukan guna menghindari konflik antar sesama warga.
"Sesuai putusan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), batu (giok) itu sudah belah. Ini untuk mencegah konflik antar warga," katanya saat dihubungi suara.com, Kamis (26/2/2015).
Menurut Kamal, batu dipotong menggunakan 6 mesin dan melibatkan piluhan warga. Hingga saat ini batu yang sudah terkumpul dan diamankan ke kantor Distamben Nagan Raya mencapai 5 ton.
"Butuh waktu sekitar 15 hari lebih untuk menuntaskan pemotongan batu (giok 20 ton)," ujarnya.[Alfiansyah Ocxie]
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
-
Sempat Hilang Kontak, Ain Karyawan Kompas TV Meninggal dalam Kecelakaan KRL di Bekasi
-
4 Pemain Anyar di Skuad Timnas Indonesia untuk TC Piala AFF 2026, 2 Statusnya Debutan!
-
Korban Kecelakaan KRL Vs KA Argo Bromo Bertambah, AHY: 15 Jiwa Meninggal dan 88 Orang Luka-Luka
Terkini
-
Soal Usulan Gerbong Wanita KRL Dipindah ke Tengah, Anggota DPR: Jangan Sekadar Pindahkan Kerentanan
-
Ukraina Tuduh Israel Bantu Perdagangan Gandum Curian Rusia
-
Potret Sidang Perdana Kasus Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus
-
Kapan KRL Bekasi-Cikarang Kembali Normal? KAI Beri Bocoran Jadwal Operasional
-
Iran Tetapkan Aturan Pelayaran di Selat Hormuz Usai Konflik dengan AS
-
BGN Tak Toleransi Pelanggaran, SPPG Bermasalah Disetop Insentif
-
Stasiun Bekasi Timur Masih Ditutup, Bangkai Gerbong KRL Belum Dipindahkan
-
Dampak Uni Emirat Arab Keluar dari OPEC, Dunia Makin Krisis Pasokan Minyak Mentah?
-
Menghitung Biaya 76 Tahun Perang AS dari Korea hingga Iran: Tembus Triliunan Dolar
-
Mengejutkan! UEA Keluar dari OPEC