Suara.com - Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Denpasar atau Lapas Kerobokan, Sujonggo, mengatakan dua terpidana mati kasus narkotika asal Australia, Myuran Sukumaran dan Andrew Chan, kemungkinan besar dibawa ke Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (4/3/2015) antara jam 10.00 WITA dan jam 14.00 WITA.
"Kemungkinannya besok siang," kata Sujonggo di Lapas Kerobokan, Selasa (3/3/2015).
Sujonggo mengatakan Lapas Kerobokan sudah diminta Asisten Pidana Umum Kejaksaan Tinggi Bali untuk menyiapkan seluruh administrasi dan keperluan serta barang-barang kedua napi yang dikenal dari kelompok Bali Nine itu.
Sujonggo mengatakan untuk urusan administrasi sudah selesai.
"Administrasinya harus diselesaikan, dan kita sudah menyelesaikannya. Kan tidak lucu kalau administrasinya salah, sudah sampai di sana ternyata salah kan tidak mungkin mereka kembali ke sini hanya untuk mengisi administarasi seperti tanda tangan dan lain sebagainya," katanya.
Sujonggo menambahkan proses pemindahan kedua napi tidak mungkin dilakukan pada malam hari.
"Ya kita mengikuti jadwal kendaraan, mereka diangkut pakai pesawat. Kalau dibawa malam hari terkendala dengan lampu runway," katanya.
Seperti diketahui, Myuran dan Andrew menyelundupkan narkoba jenis heroin sekitar 8,2 kilogram pada tahun 2005. Grasi mereka ditolak Presiden. Rencana eksekusi mati ini sebelumnya menyulut ketegangan antara Australia dan Indonesia. Tapi, pemerintah Indonesia tetap akan menjalankan hukuman mati. (Sukiswanti)
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat