Warga RW 12 Kelurahan Kebon Melati, Tanah Abang, Jakarta Pusat, berharap ada relokasi melalui program pasar hunian, pascakebakaran yang menghanguskan 284 rumah di kawasan tersebut.
"Khusus untuk warga RW 12, sebenarnya sejak satu tahun lalu saya sudah kirim surat ke wakil gubernur agar warga saya yang tinggal di bantaran kali bisa ditempatkan di salah satu pasar yang ada di sini," kata Ketua RW 12 Kelurahan Kebon Melati, Tanah Abang, Agus Iskandar di Jakarta, Sabtu.
Dalam surat permohonannya, Agus meminta tujuh RT yang terletak di bantaran kali dapat direvitalisasi menjadi jalan inspeksi sepanjang satu kilometer yang akan menghubungan wilayahnya dengan Kantor Kecamatan Tanah Abang.
"Nanti 600 Kepala Keluarga (KK) yang terkena revitalisasi bisa dipindahkan ke pasar hunian dengan membangun salah satu pasar di sini menjadi enam lantai, tiga lantai untuk pasar dan tiga lainnya khusus untuk hunian warga," tuturnya.
Usulan tersebut, katanya, dilatarbelakangi 'kesemrawutan' atas keberadaan dua pasar di wilayah RW 12.
"Tanah yang begitu luas untuk dua pasar juga ternyata sudah disalahgunakan oleh pihak PD Pasar Jaya dengan mengontrakkan kios-kios pasar sebagai tempat tinggal sehingga para penjual terpaksa berjualan di tepi jalan dekat pasar, itu membuat lingkungan jadi semrawut," tuturnya.
Menurut Agus, banyak manfaat yang bisa dijalankan dengan menjalankan program revitalisasi kali menjadi jalan inspeksi dan pasar hunian antara lain meningkatkan ketertiban lingkungan dan mengurangi kebiasaan warga membuang sampah di kali.
"Kalau sekarang kan pemukiman warga dekat sekali dengan kali jadi mereka bisa seenaknya buang sampah di kali, tapi kalau sudah ada jalan inspeksi kan kelihatan siapa saja yang masih suka buang sampah di kali jadi kami bisa tindak," ujarnya.
Ie menambahkan keberadaan jalan inspeksi juga akan mengurangi kebiasaan warga melanggar lalu lintas jika harus mengurus sesuatu di Kantor Kecamatan Tanah Abang yang memang berlawanan arah dengan wilayah RW 12 Kebon Melati.
"Selama ini warga saya sering berurusan dengan polisi karena pelanggaran lalu lintas, dengan jalan inspeksi saya harap warga bisa menggunakan jalan itu untuk jalan utama menuju ke kecamatan," tuturnya.
Kebakaran hebat pada Kamis (5/3/2015) lalu telah menghanguskan 284 rumah warga di empat RW Kelurahan Kebon Melati yaitu RW 12, RW 13, RW 14, dan RW 15. Penyebab kebakaran adalah korsleting listrik di salah satu rumah warga.
Kebakaran ini menewaskan seorang warga, tujuh orang luka-luka, dan 3.168 warga kehilangan tempat tinggal. Mereka kini mengungsi di enam lokasi pengungsian, diantaranya adalah Masjid Al Muhajirin yang terletak di RT 14 RW 12, Masjid Al Barkah di RT 03 RW 12, Pos RW 12 dan SDN 01 Kebun Melati. (Antara)
Terpopuler
- Hadir ke Cikeas Tanpa Undangan, Anies Baswedan Dapat Perlakuan Begini dari SBY dan AHY
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- 7 Rekomendasi Bedak Tabur yang Bagus dan Tahan Lama untuk Makeup Harian
- 5 HP Murah RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan di Akhir Maret 2026
- Harga Mobil BYD per Maret 2026: Mulai Rp199 Jutaan, Ini Daftar Lengkapnya
Pilihan
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
Terkini
-
Polemik Status Tahanan Rumah Gus Yaqut, Tersangka Korupsi Dapat Perlakuan Istimewa dari KPK?
-
Seskab Ungkap Detik-detik Prabowo Ingin Lihat Warga di Bantaran Rel: Dadakan Ingin Menyamar
-
Tanpa Lencana Presiden, Prabowo Santai Sapa Warga di Bantaran Rel Senen, Janjikan Hunian Layak
-
Eks Pejabat Keamanan AS: Eropa Hati-hati, Rudal Iran Bisa Capai Paris
-
Serangan Iran ke Israel Berlanjut: Puluhan Warga Jadi Korban, Sirene Terus Meraung
-
Iran: Ada Negara Arab yang Mau Bantu AS Kuasai Pulau Kharg
-
Belajar dari Perang ASIsrael vs Iran, Indonesia Harus Perkuat 'Character Building' dan Perang Siber
-
Remaja 20 Tahun Gugat Meta dan Youtube Gegara Kecanduan Sosmed, Dapat Ganti Rugi Rp90 M
-
Senator AS Curigai Trump di Kasus Trader Misterius yang Raup Rp800 M dalam 15 Menit
-
Geger! Niat Cari Kepiting, Nelayan di Jambi Malah Temukan Kerangka Manusia Setinggi 155 Sentimeter