Suara.com - Keluarga mahasiswi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang hilang, Siti Lestari (23), meminta kepada Kepolisian Resor Sukoharjo untuk mencekal putrinya agar tidak pergi ke luar negeri.
"Keluarga Siti Lestari meminta polisi melakukan koordinasi dengan intsrasi terkait untuk bisa menemukan putrinya yang diduga terpengaruh ajakan teman laki-lakinya bernisial BN (31) pergi ke Suriah," kata Ketua Humas Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS) Endro Sudarsono selaku juru bicara pihak keluarga Siti Lestari, di Sukoharjo, Senin.
Menurut Endro Sudarsono, Siti Lestari merupakan mahasiswi Fakultas Farmasi semester 10 UMS. Jika masih di dalam negeri bisa dicekal, tetapi jika sudah di luar negeri bisa meminta bantuan Kementerian Luar Negeri untu dideportasi.
"Pihak keluarga berharap Siti Lestari bisa ditemukan dan kembali pulang untuk melanjutkan kuliahnya di UMS," kata Endro Sudarsono yang mendampingi Sugiran (63) dan Surati (53), orang tua kandung Siti Lestari.
Menurut Endro Sudarsono, pihaknya bersama Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum Mambaululum (LKBH-M) Surakarta mendampingi keluarga Siti Lestari mendatangi Polres Sukoharjo dengan tujuan melaporkan kehilangan anggota keluarganya.
Mereka berharap agar kepolisian yang berkoordinasi dengan instansi terkait untuk bisa memulangkan Siti Lestari yang hilang kontak sejak Februari 2015 hingga sekarang.
Menurut Sugiran, hasil penelusuran pihak keluarga bahwa putrinya diduga diajak teman laki-lakinya, yakni BN ke Suriah, sejak pertengahan Februari lalu.
Siti Lestari pernah bersama BN pulang ke rumah di Dukuh Cangkring RT 02 RW 01 Desa Mulyorejo Demak. BN rencana menjadikan Siti sebagai istri ketiganya, tetapi ditolak oleh orang tuanya.
Namun, BN kemudian menjadikan Siti Lestari sebagai istri ketiga tanpa ada wali dari keluarga yang menikahkan.
Menurut Sugiran, pihak keluarga hingga sekarang belum mengetahui keberadaan Siti Lestari. Sedangkan dari keterangan keluarga BN, sudah berpamitan pergi ke Suriah.
"Saya khawatir putri saya terpengaruh oleh BN ikut-ikut ke Suriah. Saya mohon Siti bisa kembali pulang dan bisa melanjutkan ke bangku kuliah," kata Sugiran yang merantau ke Kota Waliring Selatan Kalimantan Tengah sebagai pedagang pakaian.
Sementara BN yang pernah tinggal di rumah kontrakan di Merodanan RT 2 RW 3, Kampung Merodanan, Kecamatan Pasar Kliwon, Surakarta, pada 2010 sempat diamankan oleh polisi akibat menyimpan ratusan amunisi di dalam rumahnya.
Anggota Detasemen Khusus 88 Mabes Polri kemudian membawa BN ke Jakarta bersama barang bukti untuk proses hukum. (Antara)
Terpopuler
- Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 5 Tinted Sunscreen yang Bagus untuk Flek Hitam dan Melasma
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
Pilihan
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
Terkini
-
China Kasih Paham Dampak Paling Buruk Konflik di Selat Hormuz Berkepanjangan
-
Kado Hari Kartini: Setelah 22 Tahun, DPR Akan Sahkan RUU PPRT Jadi Undang-Undang Hari Ini!
-
Kritik Dibalas Represif Aparat, Amnesty Ungkap Wajah Suram Kebebasan Sipil RI
-
Tudingan Intimidasi Memanas di Sidang! Istri Eks Wamenaker Noel Ancam Polisikan Irvian Bobby
-
Rusia Kritik Penguatan Nuklir Inggris dan Prancis, Dinilai Picu Perlombaan Senjata
-
Trio Pemimpin Dunia Ini Dijuluki Predator dan Bikin Rusak Tatanan Global
-
Skandal Pemerintahan Trump! Punya Hubungan Gelap dengan Bodyguard, Menaker AS Mundur
-
AS Mulai Ketar-ketir, Bakal Terpukul Jika Harga Bensin Tembus 3 Dolar
-
Perempuan Tangguh di Balik Setir Taksi: Kisah Ivany Menembus Ragu dan Bertahan Demi Nafkah Keluarga
-
Komnas Perempuan Bongkar Pola Predator Seksual: Satu Pelaku Kerap Beraksi Berulang!