Suara.com - Penjara, selama ini memiliki cermin menakutkan, bahkan angker. Narapidana, dari berbagai kasus kejahatan berkumpul di tempat itu.
Alhasil, sebagai hukuman, mereka pun dipaksa tinggal di tempat yang jauh dari kata nyaman, selama berbelas hingga berpuluh tahun lamanya.
Tapi, seluruh bayangan mengerikan itu tak tampak di Penjara Halden, Norwegia.
Di sana, narapidana hidup amat nyaman, karena fasilitas penjara yang mirip dengan kamar hotel.
Di masing-masing sel, sebanyak 256 tahanan di sana, difasilitasi TV layar datar, kulkas, bahkan kamar mandi. Sel juga memiliki jendela, hingga memungkinkan narapidana mendapatkan cahaya yang baik.
Menilik keluar sel, narapidana juga dapat menggunakan ruang tamu plus sofa mewahnya, studio musik, perpustakaan, gym hingga panjat tebing.
Tak cuma itu, narapidana juga diperbolehkan untuk bermeditasi, membaca buku, hingga menulis surat dengan bebas, bahkan mendapatkan pemeriksaan gigi gratis.
Otoritas Halden mengatakan bahwa tempatnya dibuat untuk menghindari tahanan kabur. "Di sini terdapat penjahat paling sadis di Norwegia. Mereka tetap mendapatkan hak dan fasilitas yang baik sebagai manusia," ujarnya.
Sementara itu, Andres Behring Breivik, tahanan atas kasus pembunuhan terhadap 77 orang mengatakan bahwa penjara ini menyenangkan. "Saya setiap hari makan semangkuk bubur. Lalu dilanjutkan dengan ham, keju dan kopi panas. Sangat menyenangkan tinggal di sini," paparnya.
"Di sel saya juga terdapat komputer. Memang tidak ada internet, tapi dengan komputer saya bisa menonton DVD," tuturnya.
"Saya juga bebas merokok di sini, tepatnya di ruang khusus merokok. Saya dapat rokok dengan hanya memintanya kepada petugas," tutupnya. (News.com.au)
BERITA MENARIK LAINNYA:
Perlakuan Keji di Lokasi Jatuhnya MH17 Terekam Kamera
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
Terkini
-
Pascabanjir Sumatra, Penanganan Beralih ke Pemulihan Layanan Kesehatan dan Kebutuhan Dasar
-
Indonesia Tancap Gas Jadi Pusat Halal Dunia lewat D-8 Halal Expo Indonesia 2026
-
Literasi Halal Dinilai Masih Lemah, LPPOM Siapkan Pelajar Jadi Agen Perubahan
-
Jepang Studi Banding Program MBG di Indonesia
-
Kasus Korupsi LPEI Berkembang, Kejati DKI Tetapkan 4 Tersangka Baru dan Sita Aset Rp566 Miliar
-
Merasa Tak Dihargai, Anggota DPR Semprot Menteri KKP: Kami Seperti 'Kucing Kurap'
-
Korban Bencana Boleh Manfaatkan Kayu Hanyut, Kemenhut Juga Stop Penebangan Hutan
-
Politisi PDIP Ingatkan Prabowo: Jangan Buru-buru Bangun IKN, Siapkan Dulu Ekosistemnya
-
Bukan Sekadar Banjir: Auriga Desak KLHK dan KPK Usut Dugaan Korupsi di Balik Perusakan Lahan PT TPL
-
BNI Bersihkan Masjid Darul Aman Pascabanjir di Agam