Suara.com - Setelah Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly mengakui kepengurusan DPP Partai Golkar pimpinan Agung Laksono muncul polemik baru yaitu mengenai Yasonna meminta Presiden Joko Widodo menerbitkan peraturan presiden tentang kepengurusan Golkar.
Menurut Wakil Ketua DPR dari Fraksi PKS Fahri Hamzah, hal tersebut dapat dianggap sebagai upaya untuk menjatuhkan wibawa Presiden. Sebab, kata Fahri, penyelesaian kisruh partai harusnya diselesaikan di tingkat kementerian.
"Padahal, enggak ada keputusan. Dan sekarang pengen nyeret-nyeret Presiden. Ini, kan tambah kacau nanti. Pak Laoly bisa dituduh orang menyeret Presiden untuk dijatuhkan. Kalau melanggar, kan langgar saja sendiri, jangan bawa-bawa Presiden dong," ujar Fahri.
Fahri menduga langkah Menteri Yasonna sebatas ingin tes di pasar. Bila benar demikian, kata dia, Menkumham tengah mengacaukan situasi politik.
"Mungkin dia mau testing on the water kali. 'Ah, gue umumkan aja dulu, kalau marah gue tarik dah', ga boleh gitu dong. Ini bahkan mengacaukan situasi dan kondisi proses yang sedang kita jaga baik-baik," katanya.
Fahri meminta Menteri Yasonna untuk lebih berhati-hati dalam membuat keputusan. Sebab, kata Fahri, bukan tidak mungkin, Menteri Yasona bisa dilaporkan masyarakat saat ditemukan keputusannya melanggar hukum.
"Pak Laoly mohon berhati-hati, jangan sembarangan, ini negara demokrasi, negara hukum. Anda salah, anda bisa kena hukum," kata Fahri.
Terkait dengan Kemenkumham mengakui pengurus DPP Partai Golkar hasil Munas di Jakarta, Yasonna enggan menanggapi lebih jauh.
"Ini kan keputusannya belum ada. Tidak ada dokumen satu pun yang menunjukkan adanya keputusan Menkumham, tidak ada. Yang ada hanya konferensi pers. Penjelasan konferensi pers, jadi nggak ada keputusan. Karena itu, kita nggak bisa ngomong kiri-kanan ini. Karena keputusan belum ada," kata Fahri.
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Persib Resmi Rekrut Striker Madrid Sergio Castel, Cuma Dikasih Kontrak Pendek
-
Prabowo Tunjuk Juda Agung jadi Wamenkeu, Adies Kadir Resmi Jabat Hakim MK
-
Lakukan Operasi Senyap di Bea Cukai, KPK Amankan 17 Orang
-
Juda Agung Tiba di Istana Kepresidenan, Mau Dilantik Jadi Wamenkeu?
-
Viral Dugaan Penganiayaan Mahasiswa, UNISA Tegaskan Sanksi Tanpa Toleransi
Terkini
-
Pemanasan Global Ubah Cara Atmosfer Mengurai Gas Rumah Kaca: Apa Dampaknya?
-
Respons Kritik soal Pengangkatan jadi Hakim MK, Adies Kadir: Bisa Tanya ke DPR
-
Lantai Dapur Ambrol ke Sungai, Warga Kutawaringin Ditemukan Tak Bernyawa Usai 4 Hari Pencarian
-
Ramai BPJS PBI Nonaktif, Menkes Sebut Solusi Masih Dibahas Pemerintah
-
Eddy Soeparno: Kalau Ditanya Hari Ini, Saya Dukung Pak Zulhas Dampingi Pak Prabowo di 2029
-
Dugaan Kekerasan Mahasiswa UNISA Yogyakarta Resmi Dilaporkan ke Polresta Sleman
-
Prabowo Yes, Gibran Nanti Dulu, PAN Belum Tegaskan Dukungan Wapres Dua Periode
-
Bukan Mendadak! Juda Agung Ungkap Rahasia Tugas Wamenkeu yang Sudah 'Disiapkan' Sejak Jadi Deputi BI
-
Potret Harmonis Dwitunggal Jakarta: Saat Pramono Beri Pesan Menyentuh di Hari Bahagia Rano Karno
-
Tak Mau Kalah dari PKB, Giliran PAN Nyatakan Siap Dukung Prabowo 4 Kali di Pilpres