Suara.com - Di Yogyakarta, ada lima pemuda yang menggagas jasa kurir dengan sepeda kayuh, yang mereka klaim lebih cepat mengantar barang ke tujuan, dibandingkan dengan sepeda motor atau mobil.
"Kalau pakai sepeda justru lebih cepat, apalagi di Yogya mulai macet, kalau pakai sepeda kita mudah nyelip dan bisa lewat jalan pintas atau gang yang kecil," ujar Ardhi, salah satu penggagas kurir sepeda di Yogyakarta.
Ardhi menambahkan dalam mengantarkan barang, ia beserta empat rekan hanya memerlukan waktu 10 hingga 15 menit untuk jarak kurang dari 15 kilometer.
Bagaimana awal mula kurir sepeda kayuh itu muncul di tengah modernisasi?
Jasa antar barang dengan sepeda kayuh pertama kali mulai dirintis Juni 2013 dengan tujuan awal menambah uang saku. Soalnya, semua penggagasnya masih mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Yogyakarta.
"Awalnya karena kami pengin cari tambahan uang saku, kebetulan kami penggemar sepeda fixie dan yang kami punya hanya sepeda itu, jadi ya itu yang kami gunakan," kata Ardhi saat dijumpai di salah satu coffee shop di Yogyakarta.
Dengan modal sepeda, kelima pemuda itu mengirimkan barang mulai dari pukul 09.00 WIB hingga 17.00 WIB.
Tarif yang mereka kenakan untuk sekali mengantarkan barang terhitung murah, hanya dua ribu rupiah untuk setiap meter jarak tempuh.
Ardhi mengaku dari jasa antar barang ini bisa mendapatkan keuntungan yang lumayan. Katanya, tiap orang bisa mendapatkan tiga hingga empat ratus ribu rupiah.
Panas terik bukan masalah bagi mereka saat bekerja. Tak banyak perlengkapan yang mereka butuhkan untuk pekerjaan ini.
"Kalau peralatan standar ya, cuma sepeda, helm, dan tas ransel," kata Ardhi.
Sementara syarat barang yang akan mereka antar juga sederhana, setiap barang yang akan mereka antar harus dicek dahulu untuk memastikan tak ada unsur narkoba di dalamnya.
Selain itu barang tersebut memiliki berat maksimal kurang dari 10 kilogram, bukan benda cair atau makanan berkuah serta harus muat masuk dalam tas ransel.
Selain mengutamakan kecepatan, jaga antar barang dengan sepeda ini juga mengutamakan keamanan, tak heran sejumlah barang berharga pernah mereka antar.
"Biasanya barang yang kita antar punya teman - teman onlineshop seperti baju, tapi kami juga pernah mengantarkan laptop, kamera DSLR, serta dokumen berharga", kata Ardhi sambil menikmati segelas lemon tea.
Tag
Berita Terkait
-
Paket Menumpuk, Kurir Kewalahan: Wajah Lain Ramadan Jelang Lebaran
-
6 HP di Bawah Rp1,5 Juta untuk Kurir Paket, Awet Dipakai Navigasi GPS Seharian
-
5 Fakta Diskon Iuran BPJS Ketenagakerjaan 2026 hingga 50 Persen, Wajib Diketahui Ojol hingga Sopir
-
Tembus 71 Km per Liter: Pesona Motor Honda yang Bikin Jarang Mampir SPBU, Cocok Buat Kurir
-
Sabu 50 Kg Disamarkan Label Durian, Kurir Ditangkap sebelum Masuk Kampung Bahari
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- 5 Sunscreen Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Segala Usia
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- 3 HP Murah Rp1 Jutaan RAM 8 GB April 2026 untuk Multitasking Lancar
Pilihan
-
Banjir Rendam 40 Titik Palembang, Dua Lansia Sakit Tak Berdaya hingga Dievakuasi dari Rumah Terendam
-
Baru 17 Tahun, Siti Khumaerah Sudah Diterima di 5 Kampus Dunia
-
Sidoarjo Mencekam! Tim Jibom Turun Tangan Selidiki Ledakan Maut di Pabrik Baja Waru
-
Siap-siap, Kejari Sleman Beri Sinyal Tersangka Baru Kasus Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Belajar Empati dari Peristiwa Motor Terbakar di SPBU Sriwijaya, Pakai APAR Tidak Perlu Izin
Terkini
-
Inggris Larang Pangkalan Militernya Dipakai Amerika Serikat Serang Infrastruktur Sipil Iran
-
Usut Suap Mafia Cukai, KPK akan Panggil Lagi Bos Rokok Rokhmawan dan M. Suryo yang Sempat Mangkir!
-
Israel Mulai Hancurkan Masjid di Iran
-
Viral Mobil Dinas Pemprov DKI Dipakai Healing ke Puncak, Oknum Pegawai Kini Diburu Inspektorat!
-
Jejak Berdarah Preman Pembunuh Tuan Rumah Hajatan di Purwakarta: Residivis, Keok Diterjang Peluru!
-
Demi Efisiensi Anggaran, Gus Ipul Siap Gerah di Kantor: Batasi Penggunaan AC dan Listrik Kemensos
-
Bansos Macet & Urban Farming Mati Suri, DPRD DKI Jakarta: Sistem Distribusi Pangan Harus Dirombak
-
Sempat Diadang Warga Lenteng Agung, TNI AD: Itu Penertiban Aset Negara, Bukan Sengketa Lahan
-
Trump Ancam Hancurkan Iran, Tak Peduli Hukum Internasional Dilanggar
-
Kasatgas Tito: Pemulihan Pascabencana Sumatera Capai Kemajuan Signifikan, Huntap Jadi Prioritas