- Presiden AS Donald Trump mengancam menyerang infrastruktur vital Iran jika Selat Hormuz tidak dibuka hingga Selasa malam.
- Ancaman tersebut muncul setelah Iran menolak proposal gencatan senjata dan menuntut penghentian perang secara permanen dan menyeluruh.
- PBB memperingatkan bahwa serangan terhadap fasilitas sipil melanggar hukum internasional, namun Trump tetap mengabaikan kekhawatiran tersebut.
Suara.com - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali melontarkan ancaman keras terhadap Iran.
Presiden Trump bahkan tidak peduli jika sampai melanggar hukum internasional.
Trump menyatakan rakyat Iran disebut bersedia menderita akibat serangan AS demi meraih kebebasan.
Pernyataan itu muncul setelah Teheran menolak proposal gencatan senjata terbaru.
Media pemerintah Iran melaporkan bahwa pemerintah menginginkan akhir permanen perang, bukan sekadar penghentian sementara.
Trump menegaskan tenggat waktu hingga Selasa pukul 20.00 waktu setempat agar Iran membuka kembali Selat Hormuz.
Jika tidak, Trump mengancam akan menyerang pembangkit listrik dan infrastruktur penting lainnya.
“Kami punya rencana. Dengan kekuatan militer kami, setiap jembatan di Iran akan hancur sebelum tengah malam besok,” kata Trump dalam konferensi pers di Washington seperti dinukil dari CBC.
“Pembangkit listrik Iran akan terbakar, meledak, dan tidak akan pernah digunakan lagi.”
Baca Juga: Di Tengah Perang Iran, Ucapan Kontroversial Donald Trump Berpotensi Bikin Marah Vladimir Putin
Trump juga menolak memberikan kejelasan apakah target sipil akan dilindungi dalam serangan tersebut. Sikap ini memicu kekhawatiran luas dari komunitas internasional.
Sementara itu Sekjen PBB, Antonio Guterres melalui juru bicaranya memperingatkan bahwa menyerang infrastruktur sipil melanggar hukum internasional.
“Bahkan jika suatu fasilitas sipil dianggap sebagai target militer, serangan tetap dilarang jika berisiko menimbulkan korban sipil berlebihan,” ujar juru bicara Stephane Dujarric.
Namun, Trump secara tegas menepis kekhawatiran tersebut.
Trump mengatakan dirinya tidak sama sekali khawatir akan kemungkinan melakukan kejahatan perang.
Berita Terkait
-
Di Tengah Perang Iran, Ucapan Kontroversial Donald Trump Berpotensi Bikin Marah Vladimir Putin
-
Ada Harapan Perang AS-Iran Usai, Wall Street Langsung Ngegas
-
Belum Kering Luka Serangan Drone Iran, Tentara Amerika Sudah Diminta Kerja Lagi!
-
Bukan Gertak Sambal, Iran Rudal Kawasan Industri Al Jubail Sehari Setelah Diancam Trump
-
10 Rudal Iran Meluncur ke Israel, Salah Satunya Hulu Ledak Fragmentasi
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- 5 Sunscreen Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Segala Usia
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- 3 HP Murah Rp1 Jutaan RAM 8 GB April 2026 untuk Multitasking Lancar
Pilihan
-
Banjir Rendam 40 Titik Palembang, Dua Lansia Sakit Tak Berdaya hingga Dievakuasi dari Rumah Terendam
-
Baru 17 Tahun, Siti Khumaerah Sudah Diterima di 5 Kampus Dunia
-
Sidoarjo Mencekam! Tim Jibom Turun Tangan Selidiki Ledakan Maut di Pabrik Baja Waru
-
Siap-siap, Kejari Sleman Beri Sinyal Tersangka Baru Kasus Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Belajar Empati dari Peristiwa Motor Terbakar di SPBU Sriwijaya, Pakai APAR Tidak Perlu Izin
Terkini
-
Kasatgas Tito: Pemulihan Pascabencana Sumatera Capai Kemajuan Signifikan, Huntap Jadi Prioritas
-
Di Tengah Perang Iran, Ucapan Kontroversial Donald Trump Berpotensi Bikin Marah Vladimir Putin
-
Bareskrim Ungkap Peran Vital The Doctor: Penyuplai Narkoba Ko Erwin dan White Rabbit Jakarta!
-
Belum Kering Luka Serangan Drone Iran, Tentara Amerika Sudah Diminta Kerja Lagi!
-
Bukan Gertak Sambal, Iran Rudal Kawasan Industri Al Jubail Sehari Setelah Diancam Trump
-
10 Rudal Iran Meluncur ke Israel, Salah Satunya Hulu Ledak Fragmentasi
-
AI China Disebut Bantu Iran Menargetkan Pangkalan Militer Amerika Serikat di Timur Tengah
-
Geger Penemuan UUV Diduga Asal China di Gili Trawangan, Laut Indonesia Dimata-matai?
-
Ultimatum Keras Iran Lawan Ancaman Donald Trump, Siap Balas Serang Israel
-
Radiasi Nuklir Bushehr Iran Mengancam Ibu Kota Negara-negara Arab