Hakim Sarpin Rizaldy mendatangi Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Senin (30/3). [suara.com/Oke Atmaja]
Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Sarpin Rizaldi diperiksa Badan Reserse Kriminal Polri, Senin (30/3/2015).
Sarpin yang datang didampingi kuasa hukum, Aldres Napitupulu, mengaku diperiksa sebagai saksi pelapor atas dugaan pencemaran nama baik yang dilakukan Ketua Komisi Yudisial Suparman Marzuki dan anggota, Taufiqurrahman Syahuri.
"Saya bukan menggugat, saya melaporkan karena ini kan delik aduan. Saya merasa nama baik saya tercemar. Hari ini saya dipanggil Bareskrim sebagai saksi pelapor," kata Sarpin di Bareskrim.
Aldres Napitupulu menambahkan Sarpin melaporkan pimpinan KY terkait statement negatif tentang Sarpin pascamengabulkan gugatan praperadilan Komisaris Jenderal Budi Gunawan ketika berperkara dengan Komisi Pemberantasan Korupsi. Dalam berbagai pernyataan di media massa, Komisioner KY menilai Sarpin melakukan pelanggaran etik.
"Kasus ini atas aduan pencemaran nama baik dan fitnah yang diduga dilakukan oleh Taufiqurahman Sauri dan Suparman Marzuki (pimpinan KY)," kata Aldres Napitupulu.
Sarpin yang datang didampingi kuasa hukum, Aldres Napitupulu, mengaku diperiksa sebagai saksi pelapor atas dugaan pencemaran nama baik yang dilakukan Ketua Komisi Yudisial Suparman Marzuki dan anggota, Taufiqurrahman Syahuri.
"Saya bukan menggugat, saya melaporkan karena ini kan delik aduan. Saya merasa nama baik saya tercemar. Hari ini saya dipanggil Bareskrim sebagai saksi pelapor," kata Sarpin di Bareskrim.
Aldres Napitupulu menambahkan Sarpin melaporkan pimpinan KY terkait statement negatif tentang Sarpin pascamengabulkan gugatan praperadilan Komisaris Jenderal Budi Gunawan ketika berperkara dengan Komisi Pemberantasan Korupsi. Dalam berbagai pernyataan di media massa, Komisioner KY menilai Sarpin melakukan pelanggaran etik.
"Kasus ini atas aduan pencemaran nama baik dan fitnah yang diduga dilakukan oleh Taufiqurahman Sauri dan Suparman Marzuki (pimpinan KY)," kata Aldres Napitupulu.
Sarpin merasa komentar Komisioner KY merusak reputasinya yang telah ia bangun selama 20 tahun bertugas di lembaga penegak hukum. Selain itu, Sarpin sebelumnya juga telah melaporkan dua dosen Universitas Andalas Padang ke Mapolda Sumatera Barat pada 27 Februari 2015.
Dua dosen yang dilaporkan Sarpin adalah Feri Amsari dan Charles Simabura. Namun, belakangan laporan dicabut.
Dua dosen yang dilaporkan Sarpin adalah Feri Amsari dan Charles Simabura. Namun, belakangan laporan dicabut.
Komentar
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Baru Paling Murah Rilis Awal 2026, Fitur Canggih Mulai Rp1 Jutaan
- 6 Mobil Hybrid Paling Murah dan Irit, Cocok untuk Pemula
- 7 HP Terbaru di 2026 Spek Premium, Performa Flagship Mulai Rp3 Jutaan
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
- Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Pilihan
-
5 HP RAM 12 GB Terbaru untuk Gaming Paling Murah, Mulai Rp3 Jutaan
-
OJK Bongkar Skandal Manipulasi Saham, PIPA dan REAL Dijatuhi Sanksi Berat
-
Hasil Uji Coba: Tanpa Ampun, Timnas Indonesia U-17 Dihajar China Tujuh Gol
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
Terkini
-
Rieke 'Oneng' Kritik Sengkarut Data PBI BPJS: Di Balik Angka Ada Nyawa Rakyat yang Dipertaruhkan
-
Rp 48,7 Triliun Dana PBI JKN Dipertanyakan, Mensos Akui Banyak Tak Tepat Sasaran
-
Sebut Ada 'Kejutan' di Balik Kisruh BPJS PBI, Menkeu: Jangan Coret 11 Juta Peserta Sekaligus
-
Gunung Karangetang Masih Level II Waspada, Warga Siau Diminta Tak Nekat Masuk Radius Bahaya
-
Ratusan Relawan Sisir Kawasan Wisata IKN, Hampir Satu Ton Sampah Diangkut
-
Viral Disangka Gendong Mayat, Pria di Tambora Ternyata Bawa Biawak 2 Meter
-
Dirut BPJS Kesehatan Buka-Bukaan Soal Peserta PBI Dinonaktifkan, 'Biang Kerok' Diungkap
-
Presiden Prabowo Mau Bangun Gedung MUI 40 Lantai, Pramono Singgung Status Cagar Budaya
-
5 Fakta Viral Pria Gendong Biawak di Jakarta Barat, Warga Geger Dikira Mayat
-
Ujian Berat Prabowo: PKB dan PAN 'Tes Ombak' Tanpa Gibran, Siapkah Lepas dari Bayang-Bayang Jokowi?