Suara.com - Wakil Ketua DPR Fadli Zon menilai, dengan adanya putusan sela Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) yang menunda Surat Keputusan (SK) Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) terkait pengurus Golkar, hal itu menandakan Fraksi Golkar di DPR status quo dan masih dipimpin Aburizal Bakrie.
"Ini status quo. Fraksi Golkar pimpinannya masih yang sekarang," kata Fadli, di DPR, Jakarta, Rabu (1/4/2015).
Dia menambahkan, dengan adanya putusan PTUN ini, pimpinan DPR tidak akan membahas dua surat perubahan kepengurusan fraksi, baik dari Golkar versi Munas Jakarta atau Bali di Badan Musyawarah (Bamus) DPR dan tidak akan dibahas ke paripurna.
"Dengan demikian kita belum bisa baca surat pergantian fraksi. Sebab kalau dibacakan akan jadi masalah. Dengan putusan sela surat itu kita pending dan (surat itu) tidak berlaku," paparnya.
Fadli menambahkan, selama belum ada keputusan pengadilan yang sifatnya lebih tetap, maka Fraksi Golkar tidak akan berubah. Sebab, Fraksi bukanlah alat kelengkapan dewan, tetapi perpanjangan tangan dari Partai.
"Selama parpol belum ada keputusan yang definitif dan inkrah maka yang dilakukan pimpinan dewan akan memberlakukan di keputusan yang punya kekuatan hukum tetap (Munas Riau). Yang dilakukan pimpinan dewan sekarang adalah tunggu hingga ada ketetapan yang tetap," ujarnya.
Fadli menjelaskan, perkara Golkar ini berbeda dengan perkara PPP. Di mana, dua kubu PPP sudah sepakat dengan perubahan fraksi sementara Golkar keduanya melakukan perubahan fraksi.
"Di dalam PPP beda, karena mereka sudah sepakat. Terakhir adalah yang ketua fraksi adalah Priyadi," ujarnya.
Tag
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
-
Jeffrey Hendrik Belum Resmi jadi Pjs Direktur Utama BEI
Terkini
-
Mengenal RDF Plant Rorotan: Mesin Pengolah Sampah Jakarta yang Berusaha Keras Hilangkan Bau Busuk
-
Pigai Minta Isu Reshuffle Kabinet Tak Digoreng, Tegaskan Pernyataan Mensesneg Valid
-
Habiskan Anggaran Rp1,3 Triliun, DPRD DKI Sebut Perencanaan RDF Rorotan Tak Matang
-
Diperiksa Bareskrim, Pandji Pragiwaksono Dicecar Puluhan Pertanyaan Soal Ujaran ke Masyarakat Toraja
-
Diduga Cabuli Gadis yang Sedang Pingsan, Guru Besar UIN Palopo Resmi Dinonaktifkan dan 5 Faktanya
-
Ratusan Ribu Pil 'Setan' Disita di Jakbar, Polisi: Pemicu Tawuran dan Kenakalan Remaja
-
Presiden Prabowo Tegaskan Sekolah Rakyat Program Prioritas di Rakornas Pusat - Daerah 2026
-
Saksi Kasus Noel Ebenezer Ungkap Sultan Kemnaker Bantu Carikan LC
-
Misteri Partai 'K' di Pusaran Korupsi Kemenaker, Noel Ngaku 'Dibungkam' Sosok Penting
-
Pengacara Ungkap Bukti Aliran Uang terkait Pengurusan Sertifikasi K3 ke Ibu Menteri