Suara.com - Jenazah terpidana mati asal Brasil, Rodrigo Gularte, masih disemayamkan di Rumah Duka, Rumah Sakit Saint Carolous, Jakarta Pusat, Kamis (30/4/2015). Proses administrasi yang belum rampung membuat pemulangan belum bisa dilakukan.
"(Kalau pulang hari ini) kayaknya nggak deh. Soalnya, sampai saat ini dokumen-dokumen untuk kargonya masih belum lengkap. Masih diurus oleh Kedutaan Besar Brasil di Indonesia," kata pengacara Rodrigo Gularte, Christina Widiantarti, di Rumah Sakit Saint Carolous.
Dia tidak mau berandai-andai kapan urusan dokumen pemulangan Rodrigo kelar. Yang jelas, katanya, ketika sudah selesai semua, Rodrigo akan langsung dipulangkan.
Sepupu Rodrigo, Angelita Muxfeldt, akan pulang lebih dulu ketika dokumen Rodrigo lengkap. Supaya dia bisa siap-siap menerima jenazah begitu tiba di bandara Brasil.
Angelita adalah orang yang selama beberapa bulan terakhir setia menemani Rodrigo di Indonesia.
"Nanti Angelita pulang lebih dulu. Baru nerima (di sana)," kata Christina.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara