Suara.com - Shinta Masita Molina, orang tua pelaku penembakan seorang waria bernama Zulfikar alias Aurel (21), mengaku siap dengan semua konsekuensi hukum atas apa yang dilakukan anaknya berinisial IA (16) bersama kelima rekannya.
"Saya tidak menampik kalau dia (IA) anakku. Memang saya yang melahirkannya. Apa pun konsekuensi hukum yang akan diambil oleh pihak terkait, saya akan terima," ujar Shinta di Makassar, Kamis (30/4/2015).
Shinta menyebutkan bahwa penembakan yang dilakukan anaknya itu tampaknya hanyalah suatu keisengan belaka seorang remaja bersama teman-temannya. Namun begitu, dirinya sangat menyayangkan tindakan yang tidak pernah dipikirkan anaknya itu.
"Saya dan bapaknya, sudah keras dalam melakukan penjagaan dan pengawasan. Tetapi pergaulannya bersama teman-teman sekolahnya itu tidak bisa saya hindari. Ini kenakalan remaja," tuturnya.
Menurut legislator Partai Hanura Makassar itu, dirinya tidak mengetahui jika anaknya akan bertindak jauh, dengan bermain senjata api dan melukai orang lain. Meskipun meyakini jika bukan anaknya yang melakukan penembakan, Shinta menyebut bahwa anaknya mengakui senjata api jenis senapan itu adalah kepunyaannya.
Lebih jauh, Shinta pun mengaku sudah siap menerima konsekuensi hukum dari perbuatan anaknya itu, sebagai bentuk pertanggungjawabannya terhadap hukum atas apa yang telah dilakukan sang anak.
"Saya sudah siap dengan konsekuensinya. Saya sangat menyesali tindakan anak saya. Tetapi apa boleh buat, semua sudah terjadi. Setiap tindakan ada konsekuensinya, dan ketika bermasalah hukum pasti ada hukumannya," sebutnya.
Sementara itu, Kepala Sekolah SMAN 2 Makassar, Masyitah mengatakan, pelajar yang terlibat penembakan waria di Jalan Chairil Anwar, itu terancam dikeluarkan dari sekolah.
"Jika sampai 15 hari mereka tidak masuk sekolah, pasti akan kami panggil orang tuanya. Banyak pertimbangan yang diambil sebelum membuat keputusan," tuturnya.
Menurut Masyitah, jika pelaku tidak masuk sekolah, otomatis mereka tidak bisa mengikuti pelajaran dan ujian sekolah. Dengan demikian, guru pun tidak bisa memberikan penilaian kepada siswa tersebut.
Masyitah mengaku, tindakan siswanya itu meski di luar jam sekolah, telah merusak citra SMAN 2 Makassar sebagai sekolah unggulan dan sekolah paling tertib. Namun dia menegaskan jika kejadian tersebut bukan tanggung jawab mereka, lantaran penembakan itu terjadi di luar jam sekolah.
Sementara itu, selain siswa SMAN 2 Makassar, terdapat satu siswa SMAN 17 Makassar yang juga disebutkan ikut dalam penembakan. Tetapi pihak SMAN 17 Makassar sendiri mengaku belum mendapat informasi dari kepolisian.
Diketahui, penembakan terhadap seorang waria terjadi di depan kantor 911 Jalan Chairil Anwar, Kecamatan Ujung Pandang Makassar, Minggu (26/4) dini hari lalu, sekitar pukul 04.20 WITA. Korban Zulfikar alias Aurel tertembak di bagian perut dari jarak dekat, hingga langsung dilarikan ke RS Pelamonia. Karena lukanya cukup berat, korban lantas dirujuk ke RS Regional Wahidin Sudirohusodo untuk dilakukan tindakan operasi.
Para pelaku yang ditangkap kurang dari 24 jam saat itu diketahui merupakan siswa SMA 2 Makassar, dengan satu pelaku berasal dari siswa SMA 17 Makassar. Selain IA yang warga Jl Bajigau, pelaku dari SMA 2 Makassar lainnya yakni MA (15), warga Jl Andi Tonro 4; MK (15), warga Jl Skarda; MR (15) warga Kompleks Balla Panakukang; serta AT (15), warga Perum Citra Garden. Sementara siswa yang berasal dari SMA 17 adalah MW (16), warga BTN CV Dewi. [Antara]
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Update Kericuhan Lukas Enembe: 14 Orang Diperiksa, Polisi Data Puluhan Kendaraan yang Rusak
-
Momen Akrab Presiden Prabowo Dialog di Atas Perahu: Borong Keluhan Nelayan Gorontalo
-
Nelayan Tak Boleh Dilupakan, Prabowo Janjikan Perbaikan Kesejahteraan Nasional
-
Prabowo di Gorontalo: Indonesia Kuat, Tak Panik Hadapi Gejolak Dunia karena Swasembada Pangan
-
Prabowo soal MBG: Sekolah yang Butuh Segera Diberi, yang Tidak Perlu Tidak Dipaksakan
-
Anies Baswedan dan Najelaa Shihab Soroti Bahaya AI bagi Pelajar: Otak Bisa Malas Berpikir
-
Ketua DPD Golkar DKI Sebut Jakarta Darurat Sampah, Warga Diminta Mulai Bergerak dari Rumah
-
Prabowo Genjot Ekonomi Biru, Nelayan Disiapkan Jadi Kekuatan Baru Indonesia
-
Terungkap! Ratusan WNA Operator Judi Online di Hayam Wuruk Ternyata Direkrut 'Veteran Kamboja'
-
Menuju Target Nasional Pengurangan Sampah 2029, Ini Kebiasaan yang Harus Digencarkan di Rumah